Analisis Struktur dan Komposisi Vegetasi Penyusun di Jalur Pendakian Cuntel Taman Nasional Gunung Merbabu

Authors

  • Ramadani Ayu Safitri Program Studi Pengelolaan Hutan, Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Malihatun Nufus Program Studi Pengelolaan Hutan, Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Andri Prihartanto Program Studi Pengelolaan Hutan, Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Tis’atun Mubarokah Program Studi Pengelolaan Hutan, Universitas Sebelas Maret Surakarta

Abstract

Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting dalam pengawetan keanekaragaman hayati, namun aktivitas pendakian berpotensi menimbulkan gangguan atau kerusakan vegetasi yang dapat memengaruhi struktur dan komposisi vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan komposisi vegetasi penyusun di jalur pendakian Cuntel pada zona pegunungan atas. Penelitian dilakukan di tiga elevasi (1800, 1900, dan 2000 mdpl) menggunakan metode belt transect dengan ukuran plot 20 x 60 m yang dibagi menjadi subplot dengan teknik nested sampling. Parameter yang dianalisis meliputi Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman (H’), dan indeks dominansi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 7 spesies dari 7 famili, terdiri atas 4 spesies native dan 3 spesies non-native. Spesies yang mendominasi adalah Cinchona pubescens (42%) dan Acacia decurrens (33%), yang keduanya berpotensi menjadi spesies invasif. Keanekaragaman vegetasi (H’) tertinggi ditemukan pada elevasi 1800 mdpl, yaitu pada pohon sebesar 1,557. Struktur regenerasi menunjukkan pola kurva J terbalik yang menandakan populasi stabil dengan regenerasi yang baik. Vegetasi didominasi oleh stratum C (5-20 m) dengan jumlah individu terbanyak. Nilai INP tertinggi terdapat pada Acacia decurrens terutama pada tingkatan pohon yaitu lebih dari 80% pada tiap elevasinya, sedangkan indeks dominansi menunjukkan adanya dominasi spesies tertentu pada beberapa tingkat pertumbuhan. Vegetasi di jalur pendakian Cuntel memiliki regenerasi yang baik, namun terdapat dominasi spesies non-native yang berpotensi invasif sehingga perlu perhatian dalam pengelolaan kawasan.

References

Anesta, A. F., Fatman, A. F., & Sugandi, M. (2020). Zonasi Distribusi Tanaman Hutan di Taman Nasional Gunung Semeru Berdasarkan Integrasi Nilai Indeks Vegetasi dan Digital Elevation Model. Jurnal Geosains dan Remote Sensing. 1(2): 64-70.

Indriyanto, I. (2025). Ekologi Hutan. Jakarta: Bumi Aksara.

Ismaini, L. I. L. Y., Lailati, M. A. S. F. I. R. O., & Rustandi, S. D. (2015). Analisis komposisi dan keanekaragaman tumbuhan di Gunung Dempo, Sumatera Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas Indonesia. 6: 13-18.

Lubis, P. A., Pamoengkas, P., & Darwo, D. (2023). Struktur dan Komposisi Jenis Tegakan Shorea pinanga di KHDTK Haurbentes, Bogor. Journal of Tropical Silviculture. 14(03): 209-215.

Marion, J. L., Leung, Y. F., Eagleston, H., & Burroughs, K. (2023). Trail sustainability: A state-of-knowledge review of trail impacts, influential factors, sustainability ratings, and planning and management guidance. Journal of Environmental Management, 340, 117868.

Mawazin, M., Pamoengkas, P., Darwo, D., Heriansyah, I., & Dewi, R. (2024). Restorasi 15 Tahun: Analisis Komposisi, Potensi, dan Keanekaragam Jenis di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 21(2), 115-124.

Mueller-Dombois, D. & Ellenberg, H. (1974). Aims and Methods of Vegetation Ecology. John Willey, New York.

Nugroho, A. W., Widiyatno, Sutomo, Suryatmojo, H., Pujiono, E. Rusiani, & Murwaningsih, E. (2025). Species Composition and Diversity of Trees Habitus Along an Elevational Gradient in Mount Merbabu, Indonesia. International Journal of Design & Nature and Ecodynamics. 20(4): 723-736.

Nuraida, D., Rosyida, S. Z. A., Widyawati, N. A., Sari, K. W. & Fanani, M. R. I. (2022). Analisis Vegetas Tumbuhan Herba di Kawasan Hutan Krawak. JB&P: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya. 9(2): 96-104.

Nuryanti, D. M., Baharuddin, L., Soma, A. S., Asriyanni, A., & Ayu, S. M. (2022). Vegetation Analysis in Areas Around The Landslides of Palopo City. Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA. 4(2): 45-52.

Onrizal, O., Ismail, I., Perbatakusuma, E. A., Sudjito, H., Supriatna, J., & Wijayanto, I. H. (2017). Struktur Vegetasi dan Simpanan Karbon Hutan Hujan Tropika Primer DI Batang Toru, Sumatra Utara. Jurnal Biologi Indonesia, 5(2), 187-199.

Orwa. (2009). Cinchona pubescens. Agroforestry Database 4.0.

https://apps.worldagroforestry.org/treedb2/AFTPDFS/Cinchona_pubescens.PDF

Paemboan, S. A., Allo, M. K., Millang, S., Arty, B., Makkasau, A. R., Ura, R., Najib, N. N., & Dicky. (2025). Population Structure and Regeneration Dynamics of the Endangered Ebony (Diospyros celebica Bakh.) Across Distinct Ecological Gradients in South Sulawesi, Indonesia. International Journal of Design & Nature and Ecodynamics. 20(12): 2981-2991

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.94/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2016 tentang Jenis Invasif. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Prabowo, M. K. A., Bidara, I. S., Himawati, S., Nurhangga, E., Aprianti, R., Handayani, D. P., ... & Nawfetria, W. (2024). Temperature, Relative Humidity and Photosynthetic Photon Flux Density Affects the Growth of Phyllanthus niruri L. Seedling. Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences, 8(2).

Purwaningsih. (2010). Acacia decurrens wild.: jenis eksotik dan invasif di taman nasional gunung merbabu, jawa tengah. Berk. Penel. Hayati Edisi Khusus. 4A: 23–28.

Rahmayanti, L. (2022). Literature review: Analisis potensi pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) berdasarkan zona untuk pelestarian ekosistem daratan. Jurnal Sains Edukatika Indonesia (JSEI). 4(1): 29-35.

Rojas-Sandoval, Julissa, James D. Ackerman, Humfredo Marcano-Vega, and Michael R. Willig. (2022). “Alien Species Affect the Abundance and Richness of Native Species in Tropical Forests: The Role of Adaptive Strategies.” Ecosphere 13(12): e4291. https://doi.org/10.1002/ ecs2.4291

Rozak, A. H. & Gunawan, H. (2015). Altitude Gradient Affects on Trees and Stand Attributes in Mount Ciremai National Park, West Java, Indonesia. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. 4(2): 93-99.

Sabila, F. W., & Purwanti, E. Y. (2019). Pendakian di Jawa Tengah: motivasi Ekowisata dan Perilaku Wisatawan. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan (JDEP). 2(3): 67-86

Salesa, D., & Cerdà, A. (2020). Soil erosion on mountain trails as a consequence of recreational activities. A comprehensive review of the scientific literature. Journal of environmental management, 271, 110990.

Sayfulloh, A., Riniarti, M., & Santoso, T. (2020). Jenis-Jenis Tumbuhan Asing Invasif di Resort Sukaraja Atas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Invasive Alien Species Plants in Sukaraja Atas Resort, Bukit Barisan Selatan National Park). Jurnal Sylva Lestari. 8(1): 109-120.

Septiawan, W., Indriyanto, I., & Duryat, D. (2017). Jenis tanaman, kerapatan, dan stratifikasi tajuk pada hutan kemasyarakatan kelompok tani Rukun Makmur 1 di Register 30 Gunung Tanggamus, Lampung. Jurnal Sylva Lestari. 5(2): 88-101.

Setiawan, J., Mala, Y.A., Firmansyah, K.H., Aprazah A.S., Ardiaristo, A. (2018). Buku Informasi Taman Nasional Gunung Merbabu. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu. Boyolali

Setyawan, A. D., Indrowuryatno, Wiryanto, K. Winarno, & Susilowati, A. (2005). Tumbuhan mangrove di pesisir Jawa Tengah: 2. Komposisi dan struktur vegetasi. Biodiversitas. 6(3): 194-198.

Siregar, D. I., & Asbi, A. M. (2020). Pemanfaatan Citra Landsat 8 Operational Land Imager (OLI) untuk klasifikasi tutupan lahan di Taman Nasional Gunung Merbabu. Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan. 15(2): 28-39.

Sutomo. (2019). Acacia decurrens di Sebagian Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Yogaykarta. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains Dan Teknologi. 5(1): 38-42.

Tjitrosoepomo, G. (1998). Taksonomi Umum (Dasar-Dasar Taksonomi Tumbuhan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Trimanto, Annisa, D. W. & Hanasari, D. (2020). Karakterisasi Morfologi, Perbanyakan Vegetatif dan Potensi Bambu (Gigantochloa dan Schizostachyum) Sebagai Tanaman Untuk Konservasi Tanah dan Air. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan. 14(1): 45-55.

Undang-undang (UU) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Untoro, Y., Hikmat, A., & Prasetyo, D. L. B. (2017). Pemodelan Spasial Kesesuaian Habitat Akasia Hijau (Acacia Decurens) Di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Media Konservasi. 22(2): 49-63.

Wahyudi, A., Harianto, S. P. & Darmawan, A. (2014). Keanekaragaman Jenis Pohon di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura Wan Abdul Rachman. Jurnal Sylva Lestari. 2(3): 1-10.

Wijayani, S., & Masrur, M. A. (2022). Indeks Nilai Penting dan Keanekaragaman Komunitas Vegetasi Penyusun Hutan di Alas Burno SUBKPH Lumajang. Jurnal Wana Tropika. 12(2): 80-89.

Wijayanti, Y. E. (2011). Struktur dan Komposisi Komunitas Tumbuhan Lantai Hutan di Kawasan Cagar Alam Ulolanang Kecubung Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. IKIP PGRI Semarang, Semarang.

Wishnu, F. A, Hikma,t A., & Widyatmoko, D. (2017). Growth and habitat preference of Acacia decurrens Willd. (Fabaceae) after the 2010 eruption of Mount Merapi, Indonesia. Asian Journal of Applied Science. 5(1): 64-65.

Downloads

Published

2026-10-14