Peran Biochar Limbah Kelapa Muda sebagai Pembenah Tanah terhadap Iklim Mikro Tanah
Keywords:
biochar, biochar embedded, iklim mikro, suhu tanah, kelembaban tanahAbstract
Iklim mikro merupakan iklim di lapisan udara yang dekat permukaan bumi dengan ketinggian ± 2 meter. Iklim mikro tanah meliputi suhu tanah dan kelembaban tanah, memiliki peran yang penting di dalam tanah, seperti aktivitas mikroorganisme, ketersediaan unsur hara dan ketersediaan air. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran biochar limbah kelapa muda sebagai pembenah tanah terhadap kondisi iklim mikro tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non Faktorial dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, pupuk kandang sapi 10 ton ha⁻¹, biochar limbah kelapa muda 10 ton ha⁻¹, biochar embedded limbah kelapa muda 10 ton ha⁻¹, serta biochar embedded limbah kelapa muda + pupuk kandang sapi 10 ton ha⁻¹. Parameter yang diamati yaitu suhu tanah pada kedalaman 0, 7 dan 14 cm dan kelembaban tanah pada kedalaman 7 dan 14 cm. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar limbah kelapa muda sebagai pembenah tanah berperan dalam memodifikasi iklim mikro, terutama pada kestabilan suhu dan kelembaban tanah. Perlakuan biochar embedded limbah kelapa muda 10 ton ha-1 dan biochar embedded limbah kelapa muda + pupuk kandang sapi 10 ton ha-1 menunjukkan suhu tanah yang cenderung stabil pada kedalaman 7 dan 14 cm. Perlakuan biochar limbah kelapa muda 10 ton ha-1 menunjukkan kelembaban tanah yang cenderung stabil pada kedalaman 7 dan 14 cm.
References
Agviolita, P., Yushardi., & Firdha, K. Y. A. (2021). Pengaruh Perbedaan Biochar terhadap Kemampuan Menjaga Retensi pada Tanah. Jurnal Fisika Unand. 10(2): 267-273.
Amelia, T., Ulvi, P. A., & Vivin, S. (2023). Komposisi Biochar dan Suhu Pembakaran Pirolisis terhadap Kadar Air Biochar. Conference Proceeding on Waste Treatment Technology. 6(1): 152-155.
Assolihat, N. K., Karyati., & Syafruddin, M. (2019). Suhu dan Kelembaban Tanah pada Tiga Penggunaan Lahan di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Hut Trop. 3(1): 41-49.
Bunyamin, Z., & Aqil, M. (2010). Analisis Iklim Mikro Tanaman Jagung. Prosiding Pekan Serealia Nasional. 44: 978–979.
Guo, S., Whalen, J. K., Thomas, B. W., & Sachdeva, V. (2015). Physico-chemical Properties and Microbial Responses in Biochar-amended soils: Mechanisms and Future Directions. J. Agriculture, Ecosystems and Environment. 206: 46–59.
Hafiz, A., Zaitun, Z., Yusnizar, Y., & Wulandari, M. (2025). The Dynamics of Microclimate in Red Lettuce (Lactuca sativa var. Red rapids) Land Due to Embedded Biochar Aplication. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 1476(1): 012026.
Heriyanti, H., Maulana, A., & Prima, S. (2020). Effect of Biochar from Young Coconut Waste to Improve Chemical Properties of Ultisols and Growth Coffee (Coffea arabica L.) Plant Seeds. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 497(1): 012038.
Jelita, D. F., Amir, H., Ricky, I. H., & Retno, W. (2026). Aplikasi Biochar dan Pupuk N terhadap Sifat Kimia Tanah Lahan Kering dan Pertumbuhan Sorgum. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. 13(1): 178-189.
Kurniawan, A., Haryono, B., Baskara, M., & Tyasmoro, S. Y. (2016). Pengaruh Penggunaan Biochar pada Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.). Jurnal Produksi Tanaman. 4(2): 153–160.
Lehman, J. P., Silva J., & Steiner, C. (2003). Nutrient Availability and Leaching in An Archaeological Anthrosol and A Ferralsol of The Central Amazon Basin: Fertilizer, Manure and Charcoal Amendments. Plant and Soil. 249: 343-357.
Masrida., & Kartika. (2025). Potensi Konversi Limbah Organik dengan Metode Pirolisis menjadi Biochar, Syngas dan Bio-Oil: Tinjauan Literatur Sistematis. Journal of Engineering, Environmental Energy, and Science. 4(2): 79-88.
Mawardiana., Karnilawati., & Ashrafil. (2025). Peningkatan pH dan C-organik akibat Aplikasi Biochar Limbah Kelapa Muda dan Kompos di Desa Gle Gapui, Kabupaten Pidie. Jurnal Agrium. 22(4): 397-405.
Pratama, R., Zaitun., & Erika, C. (2022). The Dynamics of Changes in Soil Temperature Due to the Application of Rice Straw Mulch on Lettuce (Lactuca sativa L.). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 1183 (1): 012100.
Pratiwi, D., Syakur., & Darusman. (2021). Karakteristik Biochar pada beberapa Metode Pembuatan dan Bahan Baku. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 6(3): 210-216.
Putranto, A. B., Laksono, B. I., & Nurdiyanto, B. (2009). Aplikasi Sensor Sht11 pada Pengukuran Suhu Tanah. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika. 10(1): 66-72.
Putri, V. I., Mukhlis., & Hidayat, B. (2017). Pemberian Beberapa Jenis Biochar untuk Memperbaiki Sifat Kimia Tanah Ultisol dan Pertumbuhan Tanaman Jagung. Jurnal Online Agroteknologi. 5(4): 824-828.
Tambunan, S., Bambang, S., & Eko, H. (2014). Pengaruh Aplikasi Bahan Organik Segar dan biochar terhadap Ketersediaan P dalam Tanah di lahan Kering Malang Selatan. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. 1(1):85-92.
Telaumbanua, M., Bambang, P., & Lilik, S. (2014). Rancang Bangun Aktuator Pengendali Iklim Mikro di dalam Greenhouse untuk Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica rapa var. Parachinensis L.). Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM. 34(2): 213–222.
Wijaya, I. M. A. P., Yohanes, S., & Wayan, T. (2019). Dampak Dosis Kompos Kotoran Sapi terhadap Profil Suhu Tanah di Zona Perakaran dan Produktivitas Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.). Jurnal Biosistem dan Teknik Pertanian. 7(2): 253-262.
Yue, S., Wu, W., Zhou, X., Ren, L., & Wang, J. (2021). The Influence of Photovoltaic Panels On Soil Temperature in The Gonghe Desert Area. Environmental Engineering Science. 38(9): 910–920.
