Identifikasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pada Pepaya California
Keywords:
bercak daun, kutu putih, layu daun bakteri, lalat buah, petrogenol, PGPRAbstract
Pepaya california memiliki sifat unggul dan berumur genjah, tinggi tanaman sekitar 1,5–2 meter. Pepaya california sudah dapat dipanen setelah berumur 8-9 bulan dan dapat terus berbuah hingga mencapai umur 4 tahun. Tanaman pepaya california merupakan salah satu komoditas pertanian daerah tropis yang memiliki peluang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia karena prospeknya yang menjanjikan. Namun, mutu kualitas dari buah pepaya california juga akan mempengaruhi harga jual. Identifikasi organisme pengganggu tanaman (OPT) baik hama maupun patogen penyebab penyakit harus dilakukan untuk menentukan jenis hama atau patogen penyakit pada suatu tanaman sehingga dapat menentukan cara pengendalian yang tepat agar tidak terjadi kerusakan atau bahkan gagal panen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hama dan penyakit pada pepaya california untuk menentukan pengendalian yang tepat. Hasil identifiksi OPT terdapat hama berupa kutu putih, ulat dan lalat buah. Selain itu, terdapat penyakit berupa layu daun bakteri Erwinia papayae dan bercak daun Cercospora sp. Berdasarkan hasil pengamatan, lalat buah merupakan hama dominan yang ditemukan pada budidaya pepaya california yaitu spesies Bactrocera carambolae. Upaya pengendalian yang dilakukan antara lain pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan penggunaan perangkap lalat dengan senyawa atraktan berupa petrogenol.
References
Arsi A, Abdindra GG, Kusuma SSH, Gunawan B. 2021. Pengaruh teknik udidaya terhadap serangan penyakit pada tanaman ronggo (Solanum melongena) di Desa Gunung Cahya Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. J Planta Simbiosa, 3(2): 27-39. https://doi.org/10.25181/jplantasimbiosa.v3i2.2263
Biratu W. 2022. Papaya fruit pest and development of integrated pest managements: Critical review.
J of Biology, Agriculture, and Healthcare 12(15): 1- 10.
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. 2012. Deskripsi varietas pepaya unggul (Carica papaya L.).
Sumatera Barat: Balitbu Tropika
Chang LC. Li QX, Manoukis NC, Vargas RI. 2013. A potential field suppression system for Bactrocera dorsalis Hendel Journal of Asia-Pacific Entomology, 16 (4) : 513-
https://doi.org/10.1016/j.aspen.2013.08.006
Chen X, Yang H, Wu S, Zhao W. 2022. BdorOBP69a is involved in the perception of the phenylpropanoid compound methyl eugenol in oriental fruit fly (Bactrocera dorsalis) males. J Insect Biochemistry and Molecular Biology, 147(1): 1-7
Farida N, Damayanti TA, Efendi D, Hendrastuti SH. 2022. Insidensi dan Identifikasi Molekuler Papaya ringspot virus pada Pepaya di Jawa, Jurnal of Fitopatologi Indonesia. 18 (1): 43–51 https://doi.org/10.14692/jfi.18.1.43–51
Fredrick A, Rahim A, Adiwena M. 2025. Environmental and agronomic factors affecting mealybug populations in papaya. Wallacea Plant Protection Journal, 1(2):
–38. https://doi.org/10.64128/wppj.v1i2.47965
Gressia G, Hasjim S. 2023. Population distribution of fruit flies (Bactrocera sp.) on papaya plants in Jember District. Journal of Bioindustry,
(1): 39-51.
https://doi.org/10.31326/jbio.v6i1.16
Idris IDC dan Mei ASF. 2024. Respons Pemupukan pada Model Biologi Pohon Pepaya California (Carica papaya L.) Fase Vegetatif. Jurnal Agroplant, 6(1):38–50. https://doi.org/10.56013/agr.v6i1.1804
Jami F, Botha WJ, Bhiya T, Ntuli I, Phakalatsane T, Schoeman MH, Daneel M. 2026. Phytophthora palmivora: a serious threat to papaya production in South Africa Eur J Plant Pathol, 10p. https://doi.org/10.1007/s10658-026-03203-8
Kalshoven LGE. 1981. The Pests of Crops in Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve Kardinan A. 2011. Pengendalian Hama Lalat Buah dengan Atraktan. Jakarta: Balai
Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Malliling RPM, Rumagit GAJ, Laoh EOH. 2022. Analisis Pendapatan Usahatani Pepaya California Di Desa Talawaan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara. Agri-Sosioekonomi, 18(3):593–600. https://doi.org/10.35791/agrsosek.v18i3.44666
Martins DS, Ventura JA, Paula RCAL, Fornazier MJ, Rezende AM, Culik MP, Ferreir PSF, Peronti ALBG, Carvalho RCZC, Sousa-Silva CR. 2016. Aphid vectors of Papaya ringspot virus and their weed hosts in orchards in the major papaya producing and exporting region of Brazil. Crop Protection, 90: 191-196
Murtryarny E, Rizal M. 2022. Korelasi karakteristi kuantitatif morfologi dengan jumlah buah tanaman pepaya (Carica papaya). J Agrotela, 1(2): 21- 27
Pratiwi SN, Fatimatuzzahra, Marniati H, Isnawan Y. 2022. Inventarisasi Hama Lalat Buah (Bactrocera spp) di SKP Kelas I Bengkulu Wilker Pulau Baai Dengan Perangkap Methyl Eugenol. Organisms, 2(1)
Paijal, Sayuthi M, Husni H. 2021. Pengaruh dosis atraktan petrogenol dan jumlah lubang perangkap dalam mengendalikan hama lalat buah (Diptera: Tephritidae) pada tanaman jambu madu (Syzygium aqueum). J Ilmiah Mahasiswa Pertanian 6(3): 367-373
Rasyid A., dkk. (2022). Pengaruh serangan lalat buah terhadap kehilangan hasil pepaya. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan, 10(2), 45–52
Rizal M, et al. 2023. Efektivitas insektisida nabati dalam mengendalikan hama kutu putih (Paracoccus marginatus) pada tanaman pepaya (Carica papaya L.) J Pertania Persisi 7(1): 86-93
Sarianawati, Sarbino, Syahputra E. 2013. Studi keragaman lalat buah (Bactrocera spp.) pada pertanaman pepaya (Carica papaya l) di Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara. Jurnal Sains Pertanian Equator, 2(1). https://doi.org/10.26418/jspe.v2i1.2438
Shetapy B, Uluputty MR, Naibu L. 2019. Identifikasi lalat buah (Bactrocera spp.) asal tanaman cabai (Capsicum annuum L.) dan belimbing (Averrhoa carambola L.) di Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. J Agrikultura 30(2): 63-74
Siwi SS, Purnama H, Suputa. 2006. Taksonomi dan Bioekologi Lalat Buah di Indonesia. Bogor: BB Biogen
Susanto A., et al. 2022. The abundance of fruit flies (Bactrocera spp.) and yield loss in mango and papaya systems. International Journal of Fruit Science.
Susanto A, et al. 2018. Pengaruh penambahan beberapa esens buah pada perangka metil eugenol terhadap ketertarikan lalat buah Bactrocera dorsalis kompleks pada pertanaman manga di Desa Pasirmuncang, Majalengka. J Perlindungan Tanaman Indonesia 22(2): 150-159
Tan KH, Nishida R. 2012. Methyl eugenol: its occurrence, distribution, and role in nature. Journal of Insect Science 12:56. https://doi.org/10.1673/031.012.5601
