Analisis Rantai Pasok Jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo
Keywords:
rantai pasok, jagung, FSCN, marjin pemasaran, farmer’s shareAbstract
Jagung merupakan komoditas strategis di Kabupaten Ponorogo, dengan Kecamatan Pulung sebagai salah satu daerah sentra produksi yang menghasilkan 444.309 kuintal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi rantai pasok jagung dan efisiensi kinerjanya. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif analitis, dengan lokasi penelitian dipilih secara purposive pada salah satu sentra produksi jagung utama. Responden terdiri dari 36 petani yang didapat secara proportional random sampling, dan 11 lembaga pemasaran didapat secara snowball sampling. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder, sementara analisis data menggunakan kerangka FSCN, marjin pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga saluran distribusi jagung yang telah berjalan cukup baik. Saluran 1 (petani – pengepul kecamatan – konsumen) dengan marjin pemasaran Rp591/kg dan farmer's share 90,62%. Saluran 2 (petani –pengepul desa – pedagang besar – konsumen) memiliki marjin Rp642/kg dengan farmer's share 89,71%. Saluran 3 (petani – pedagang besar – konsumen) memiliki marjin pemasaran Rp330/kg dan farmer's share 94,70%, merupakan saluran paling efisien. Analisis FSCN menunjukkan rantai pasok jagung di Kecamatan Pulung memiliki sasaran pasar industri pakan ternak dan peternak ayam petelur. Pemilihan mitra didominasi oleh kepercayaan dan hubungan sosial tanpa kontrak formal, sementara sumber daya petani tergolong lebih sederhana dibandingkan pedagang. Kondisi tersebut membuat petani rentan terhadap risiko ketidakpastian, terutama terkait harga, volume pembelian, dan kepastian pasar. Keterbatasan sumber daya menyebabkan petani belum mampu memenuhi standar pasar secara optimal, sehingga posisi tawarnya cenderung lebih lemah dibandingkan pedagang. Oleh karena itu, perbaikan sistem rantai pasok perlu difokuskan pada penguatan kelembagaan, peningkatan akses informasi pasar, dan pengembangan kapasitas pascapanen untuk meningkatkan posisi tawar petani
References
Andriani, R., Kusumo, B., Rasmikayati, E., Mukti, G. W., Fatimah, S., & Data, P. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani mangga dalam pemilihan pasar di Kabupaten Indramayu. Jurnal Penyuluhan, 15(2), 286–298.
Ashari, U., & Syamsir, S. (2021). Analisis efisiensi pemasaran jagung di Provinsi Gorontalo. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(1), 55–66. https://doi.org/10.29244/jai.2021.9.1.55-66
Asmarantaka, R. W., Atmakusuma, J., Muflikh, Y. N., & Rosiana, N. (2017). Konsep pemasaran agribisnis : pendekatan ekonomi dan manajemen. Junal Agribisnis Indonesia, 5(2), 151–172.
BPS. (2024). Distribusi Perdagangan Komoditas Jagung Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik. Chopra, S., & Meindl, P. (2016). Supply Chain Management Strategy, Planning, and Operation (6th ed).
Pearson Education Limited.
Djazuli, R. A., Rizkiyah, N., Laily, D. W., Roidah, I. S., Setiawan, R. F., Fitriana, N. H., & Rozci, F. (2025).
Manajemen Pemasaran Pertanian. UMG Press. Yogyakarta.
Edi, D. N. (2021). Bahan pakan alternatif sumber energi untuk subtitusi jagung pada unggas (ulasan). Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 23(1), 43–61. https://doi.org/10.25077/jpi.23.1.43-61.2021
Fatmawati, & Sirajuddin, Z. (2019). Analisis margin dan efisiensi saluran pemasaran petani jagung ( Zea mays ) di Desa Suka Makmur Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Agriculture Technology Journal, 2(1), 19–29.
Indrasari, S., Wuri, S., & Khotimah, I. (2019). Analisis rantai pasok (supply chain) kopi di Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung. Agrista, 7(3), 40–49.
Jana, M., & Syarif, M. (2024). Analisis marjin dan efisiensi saluran pemasaran petani jagung di Kabupaten Pamekasan Madura Miftaqul. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 6(1), 508–517.
Jazuli, M. I., & Syarif, M. (2023). Analisis rantai pasok dan efisiensi pemasaran komoditas jagung di Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep. Jurnal Manajemen Kompeten, 6(2), 65–74.
Kohls, R. L., & Uhl, J. N. (2002). Marketing of agricultural product. Prentice Hall, Inc.
Kurniawan, D., Fajri Ananda, C., Mahardika Adi, P., Khusaini, M., Yapis Dompu, S., STKIP Yapis Dompu No, J., & Nusa Tenggara Barat Indonesia, D. (2020). Analysis of supply chain in corn commodities at Dompu District West Nusa Tenggara Province. Int. J Sup. Chain. Mgt, 9(5), 2051–3771. http://excelingtech.co.uk/
Nurwahidah, S. (2018). Analisis saluran, margin dan efisiensi pemasaran komoditi jagung di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Riset Kajian Teknologi Dan Lingkungan (JRKTL), 1(1), 26–33. http://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/40
Probowati, B. D., Guritno, D. A., Maksum, M., & Ismoyowati, D. (2021). Analisis struktur jaringan dan proses bisnis dalam rantai pasok sayuran lahan pasir pantai. AGROINTEK : Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 15(1), 48–60.
Rahim, S. Y., Rauf, A., & Indriani, R. (2023). Rantai pasok jagung di Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo. AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 256–266. https://doi.org/10.37046/agr.v0i0.18647
Rasoki, T., & Nurmalia, A. (2021). Analysis of robusta coffee supply chain through the food supply chain network approach. AGRITEPA: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian, 8(1), 86–99. https://doi.org/10.37676/agritepa.v8i1.1291
Sibuea, F., Sibuea, M., Rahman, A., & Hartanto, A. (2023). Supply chain performance analysis of corn processed animal feed. Habitat, 34(2), 203–212. https://doi.org/10.21776/ub.habitat.2023.034.2.18
Sujatmiko, A. T., & Nasution. (2022). Pabrik Minyak Kayu Putih Sukun Ponorogo Tahun 2006-2017.
Avatara Jurnal Pendidikan Sejarah, 13(1), 1–10.
Sumargo, B. (2020). Teknik Sampling. UNJ Press.
Vorst, V. der. (2006). Performance measurement in agri-food supply-chain networks.
Wiratama, H. K., Prasetyo, E., & Setiyawan, H. (2025). Analisis Tren Komoditas Jagung di Jawa Timur.
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11(2), 1901. https://doi.org/10.25157/ma.v11i2.17853
