Dinamika Populasi Dan Tingkat Serangan Hama Pelipat Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Yang Ditanam Dengan Dua Jenis Mulsa
Keywords:
Ubi jalar, Mulsa, Dinamika Populasi, Intensitas Serangan, Pelipat DaunAbstract
Ulat pelipat daun (Brachmia convolvuli Wals.) merupakan hama penting pada tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.) yang menyerang daun dengan cara menggulung dan memakan jaringan daun dari dalam sehingga mengganggu proses fotosintesis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika populasi dan tingkat serangan hama pelipat daun pada tanaman ubi jalar yang ditanam menggunakan dua jenis mulsa. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu kontrol, mulsa plastik, dan mulsa jerami, masing-masing diulang 9 kali. Hasil penelitian ditemukan satu spesies hama pelipat daun yaitu Brachmia convolvuli. Puncak populasi tertinggi terjadi pada mulsa plastik sekitar 60 ekor (minggu ke-7), kontrol sekitar 42 ekor (minggu ke-8), sedangkan mulsa jerami paling rendah dan stabil dengan puncak 16–17 ekor (minggu ke-6 dan ke-7). Mulsa jerami sendiri memberikan hasil terbaik dengan populasi 9,96 ekor dan intensitas serangan 19,09%, sehingga lebih efektif menekan perkembangan hama dibandingkan perlakuan lainnya.
References
Apriliani, I. N. (2022). Pengaruh kalium pada pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman ubi jalar (Ipomea batatas (L.) Lamb). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI], 2(5).
Badan Pusat Statistik. (2022). Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Lombok Barat. https:// lombokbaratkab.bps.go.id/subject/53/ tanaman-pangan.html. [Diakses pada 22 Mei 2026].
Bayfurqon, F., Rahayu, R., Muharam, M., & Pirngadi, K. (2021). Pengaruh teknik aplikasi mulsa berbahan dasar jerami terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman paria (Momordica charantia L.) varietas Lipa F1 di dataran rendah. Agritech, 23(2), 87–95. https://doi.org/10.30595/agritech.v23i2.9239
Gunadi, W., Sulandjari, K., & Syafi’i, M. (2021). Respon pertumbuhan dan hasil tanaman pare (Momordicha charantia L.) varietas Lipa F1 pada berbagai taraf ketebalan mulsa jerami padi. Jurnal Agrotek Indonesia, 6(2), 62–69. https://doi.org/10.33661/jai.v6i2.4631
Indawan, E., Julianto, R. P. D., & Hastuti, P. I. (2020). Efek Defoliasi Terhadap Laju Perimbangan Tanaman Ubi Jalar. Agro Bali: Agricultural Journal, 3(2), 156-163. https://doi.org/10.37637/ab.v3i2.609
Kurniawan, A., Purwanto, P., & Imanullah, A. (2017). Studi kerusakan semai laban (Vitex pubescens) oleh serangan ulat pelipat daun (Cnaphalocrocis medinalis). Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana, 1(1), 42–54. https://doi.org/10.20886/jpks.2017.1.1.42-54
Pilianto, J., Mudjiono, G., & Hadi, M. S. (2021). STRATEGI PENGELOLAAN HAMA Nilaparvata lugens Stå l (HEMIPTERA: DELPHACIDAE) DAN POPULASI MUSUH ALAMINYA PADA TANAMAN PADI LAHAN IRIGASI MELALUI REKAYASA EKOLOGI (ECOLOGICAL
ENGINEERING). Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan), 9(4), 133-142.
https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.3
Rahayu, S., Wibowo, A., & Lestari, P. (2017). Dinamika populasi hama pada fase pertumbuhan tanaman dan kaitannya dengan faktor lingkungan. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia.
Saleh, T. W., Nur, A., & Saragih, A. A. (2020). Rice Leaf Folder (Cnaphalocrosis medinalis) Infestation at Different Planting System and Varieties. Akta Agrosia, 23(2), 83-88.
Ummah, A. F. M., Haryanto, H., & Supeno, B. (2025). Tingkat Serangan Hama Ulat Pelipat Daun (Brachmia convolvuli Wals.) dan Hasil Enam Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 4(2), 566-575. https://doi.org/10.29303/jima.v4i2.7668
Widjayanti, T., Nawangsih, A. A., & Mutaqin, K. H. (2012). Pemanfaatan Mulsa Jerami dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria untuk Menekan Penyakit Pustul Bakteri pada Tanaman Kedelai. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 8(6), 161-161.
Yasmin, G. A. R., Supeno, B., & Haryanto, H. (2024). Identifikasi belalang yang berasosiasi pada beberapa kultivar tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.) di Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 3(2), 135-147.
