Hubungan Tingkat Serangan Hama Boleng (Cylas sp.) pada Beberapa Ketinggian Media Tanam dalam Karung
Keywords:
budidaya karung, hama boleng, ketinggian media tanam, Cylas sp., ubi jalarAbstract
Hama boleng (Cylas sp.) merupakan hama utama ubi jalar yang mampu menurunkan hasil hingga 100%. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas variasi ketinggian media tanam dalam karung sebagai strategi pengendalian hama boleng serta kaitannya terhadap produksi ubi jalar. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga Januari 2026 di Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan lima perlakuan. Perlakuan terdiri atas lima variasi ketinggian media tanam, yaitu T1 = 20 cm, T2 = 30 cm, T3 = 40 cm, T4 = 50 cm, dan T5 = 60 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi media tanam dalam karung, semakin rendah tingkat serangan hama boleng. Ketinggian media tanam berpengaruh nyata terhadap populasi hama (BNJ 5%), dengan populasi tertinggi pada T1 (19 ekor) dan terendah pada T5 (1 ekor). Intensitas serangan menurun secara deskriptif dari 15,23% (T1, kategori sedang) menjadi 1,67% (T5, kategori ringan), meskipun tidak berbeda nyata secara statistik. Analisis regresi menunjukkan hubungan negatif antara intensitas serangan dan berat umbi (R² = 0,7416) serta hubungan positif antara populasi hama dan intensitas kerusakan (R² = 0,9449). Perlakuan T5 (60 cm) merupakan ketinggian media tanam terbaik dalam menekan serangan hama boleng pada budidaya ubi jalar dalam karung.
References
Basuki, T., Rahayuningsih, S. A., & Wahyuni, S. (2024). Tingkat serangan hama boleng (Cylas formicarius) pada pertanaman ubi jalar di Sumedang. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 8(2), 89–96.
Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. (2018). Pedoman pengamatan dan pelaporan perlindungan tanaman pangan. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
Haryuni, H., Adnan, A., & Fransisko, E. (2020). Pertumbuhan dan hasil dua klon ubi jalar pada tinggi bedengan yang berbeda. Agricultural Journal, 3(1), 67–73.
Indiati, S. W., & Saleh, N. (2010). Hama boleng pada tanaman ubijalar dan pengendaliannya.
Buletin Palawija, 19, 27–37.
Indiati, S. W., & Saleh, N. (2021). Hama boleng pada tanaman ubi jalar dan pengendaliannya. Buletin Palawija, 19.
Kementerian Pertanian RI. (2024). Statistik konsumsi pangan 2024. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.
Mallarangeng, A., Mustari, & Wahid, A. (2022). Biologi dan perilaku hama boleng pada tanaman ubi jalar. Jurnal Entomologi Indonesia, 19(1), 12–20.
Mau, R. F. L., Kessing, J. L. M., & Wright, M. G. (2021). Cylas formicarius (Fabricius).
University of Hawaii.
Munyiri, S. W., & Obonyo, M. (2015). Morphological and molecular characterization of Cylas puncticollis and Cylas brunneus. Journal of Stored Products Research, 64, 1–8.
Prayogo, Y., Bayu, M.S.Y.I., Indiati, S.W., Sumartini, Susanto, G.W.A., Harnowo, D., ... & Supriadi, K. (2023). Control measure of sweet potato weevil (Cylas formicarius Fab.) in endemic land of entisol type using mulch and entomopathogenic fungus Beauveria bassiana. Open Agriculture, 8(1).
Rohman, F., Muhibuddin, A., & Afandhi, A. (2019). Biologi Cylas formicarius pada tanaman ubi jalar. Jurnal HPT, 7(3), 71–78.Rosnidar. (2019). Pengendalian hama boleng (Cylas formicarius) pada tanaman ubi jalar.
Repository Universitas Sumatera Utara.
Smit, N. E. J. M., & van Huis, A. (1998). Pest status and damage of Cylas spp. in Uganda.
Integrated Pest Management Reviews, 3, 127–141.
Supeno, B., Ngawit, I. K., Muthahanas, I., Haryanto, H., & Jihadi, A. (2024). Hasil ubi jalar yang ditanam dalam dua sistem tanam. Buku Abstrak Seminar Nasional Departemen Agroindustri FMIPA Universitas Negeri Padang, P9.
Supriyatin. (2001). Hama boleng pada ubijalar dan cara pengendaliannya. Buletin Palawija, 2, 22–29.
Sutrisno, H., Buchori, D., & Hidayat, P. (2016). Hama-hama penting tanaman ubi jalar dan pengendaliannya. Dalam Prosiding Seminar Nasional Entomologi (hlm. 45–52). Perhimpunan Entomologi Indonesia.
Widodo, Y. (2018). Teknologi budidaya ubi jalar. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi.
Woolfe, J. A. (1992). Sweet potato: An untapped food resource. Cambridge University Press.
