Mekanisme Layanan Konsultasi Agribisnis Keliling Untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Petani di Wilayah Kerja Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang

Authors

  • Sausan Arijanik Sudarsono Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret
  • Arip Wijianto Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret
  • Fiadini Putri Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Jalan Kayuambon 82, Kayuambon, Kecamatan Lembang, Bandung Barat

Keywords:

BBPP Lembang, Konsultasi Agribisnis Keliling, Mekanisme Layanan, Pengambilan Keputusan, Penyuluhan Pertanian

Abstract

Layanan Konsultasi Agribisnis Keliling melalui program KATALIS di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang merupakan bentuk pendampingan pertanian yang bertujuan membantu petani dalam menyelesaikan permasalahan usaha tani dan mendukung pengambilan keputusan agribisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pelaksanaan layanan, mengidentifikasi permasalahan agribisnis yang dikonsultasikan, serta mengevaluasi hasil pelaksanaan layanan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada peserta kegiatan. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert lima tingkat untuk mengetahui penilaian peserta terhadap pelaksanaan layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut, dokumentasi, serta publikasi. Permasalahan yang paling banyak dikonsultasikan berkaitan dengan budidaya tanaman serta hama dan penyakit tanaman. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa layanan memperoleh respons positif dari petani dan penyuluh pertanian, terutama dalam membantu pengambilan keputusan usaha tani dan pemberian rekomendasi teknis sesuai kebutuhan lapangan. Secara umum, layanan Konsultasi Agribisnis Keliling dinilai efektif dalam mendukung peningkatan kapasitas agribisnis petani, meskipun masih diperlukan peningkatan pemerataan akses dan pendampingan lanjutan.

References

Ariana, S., Sundari, R.S., & Umbara, D.S. (2021). Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Hasil Produksi Padi Sawah Di Desa Cibuniasih Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7 (2): 1474-1487.

Cahyaningtyas, M. U., Raya, A. B., & Kriska, M. (2023). Content analysis of the Desa Apps application as a new media in agricultural extension. Journal of Agribusiness Management and Development, 3(1): 28–33.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2025). Rencana strategis layanan konsultasi dan pengelolaan inkubator agribisnis (LKPIA) Ketindan. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan: Malang.

Kurniati, D., Dolorosa, E., Nugraha, A., & Permatasari, N. (2025). The Role of Agribusiness Competencies in Strategic Decision-Making for Millennial Farmers in Kubu Raya Regency. Jurnal Agrisep, 24(01): 161–178.

Maake, M. M. S., & Antwi, M. A. (2022). Farmer’s perceptions of effectiveness of public agricultural extension services in South Africa: an exploratory analysis of associated factors. Agriculture & Food Security, 11(1): 34.

Mardikanto, T., & Pertiwi, P. R. 2005. Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Penerbit Prima Theresia Pressindo. Surakarta.

Muflihani, A. R., Yuliarso, M. Z., Mulyasari, G., & Sulistyowati, E. (2025). Model Kelembagaan Agribisnis (Model Rantai Nilai) Pada Tanaman Kelapa Sawit Rakyat: Agribusiness Institutional Model (Value Chain Model) In Smallholder Oil Palm Crops. Jurnal: Agricultural Review, 4(1): 27–35.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations. Free Press: New York.

Suminah, S., Anantanyu, S., Suwarto, S., Sugihardjo, S., & Padmaningrum, D. (2023). The influence of empowerment towards agricultural business actors’ ability in Surakarta, Indonesia. Social Sciences, 12(2): 76.

Downloads

Published

2026-10-15