Level of Motivation Among Farmer Group Members in The Utilization of Vermicompost in Klepu Village, Kranggan District, Temanggung Regency
Keywords:
Extension Evaluation, Motivation, VermicompostAbstract
This research was conducted from April 6 to June 4, 2026, in the farmer groups of Klepu Village,Kranggan District, Temanggung Regency. This study aims to determine the effect of various factors on the motivation level of farmer group members in utilizing vermicompost, as well as to determine the Extension Effectiveness (EE) and Behavioral Change Effectiveness (BCE). This study used a sample of 38 farmer group members, utilizing a one-shot study and one-group study design. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires, then analyzed descriptively and statistically. Simultaneously, the variables of education level and member activeness had a significant effect on motivation, whereas age, number of family dependents, and farming experience showed no significant effect. The results showed that the Extension Effectiveness (EE) fell into the effective category at 91%, while the Behavioral Change Effectiveness (BCE) was also effective at 78%.
References
Anantariya, U., Romadi, U., & Harwanto. (2023). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapmotivasi petani dalam pembuatan pupuk organik cair dari limbah tempe. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 19(3), 287–298.
Andjarwati, T. (2015). Motivasi dari sudut pandang teori hirarki kebutuhan Maslow, teori duafaktor Herzberg, teori X Y McGregor, dan teori motivasi prestasi McClelland. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen, 1(1), 45–54.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Bahua, M. I. (2018). Peran motivasi dan kinerja penyuluh pertanian dalam mengubah perilaku petani jagung. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 14(3), 225–232.
Fatahillah. (2017). Uji penambahan berbagai dosis vermikompos cacing (Lumbricus rubellus) terhadaP pertumbuhan vegetatif cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Biotek,5(2),191–204.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Edisi ke-9). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hazra, F., Dianisa, N., & Widyastuti, R. (2018). Kualitas dan produksi vermikompos menggunakan cacing African Night Crawler (Eudrilus eugeniae). Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 20(2), 77–81.
Hermanto, & Swastika, D. K. S. (2011). Penguatan kelompok tani: Langkah awal peningkatan kesejahteraan petani. Analisis Kebijakan Pertanian, 6(4), 379–390.
Kementerian Pertanian. (2023). Statistik lahan pertanian tahun 2023. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kusumawati, N. (2011). Evaluasi perubahan temperatur, pH dan kelembaban media pada pembuatan vermikompos dari campuran jerami padi dan kotoran sapi menggunakan Lumbricus
rubellus. Inotek, 15(1), 45–56.
Mardikanto, T. (2013). Penyuluhan pembangunan pertanian. Alfabeta.
Nurlailah, & Hidayat, R. (2019). Pemanfaatan limbah kotoran ternak melalui teknologi vermikompos untuk meningkatkan kesuburan tanah. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 21(2), 115–122.
Nurlailah, N., & Setyawan, H. B. (2019). Pengaruh pupuk vermikompos terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas jagung (Zea mays L.). Jurnal Bioindustri (Journal of Bioindustry),2(1), 374–384.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Statistika untuk penelitian. Alfabeta.
Tanzil, A. I., Rahayu, P., Jamila, R., Fanata, Word I. D., Sholikhah, U., & Ratnasari, T. (2021). Pengaruh sampah organik terhadap karakteristik kimia vermikompos. Agro-Wiralodra, 4(2), 65–72.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.
Uno, H. B. (2021). Teori motivasi dan pengukurannya: Analisis di bidang pendidikan. Bumi
