Studi Perkembangan Organ Vegetatif dan Generatif Tanaman Lada Varietas Nelungkup Hasil Sambungan Lada dengan Melada
Keywords:
Lada, Lada Putih, Melada, Sambung Lada, Muntok White PiperAbstract
Salah satu upaya pencegahan terserangnya penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Phytophthora capsica pada tanaman lada adalah dengan memanfaatkan tanaman melada (Piper colubrinum Link.) sebagai batang bawah. Penelitian dilakukan dengan metode survey dan observasi. Titik pengamatan ditentuan dengan metode random sampling. Sampel bibit dan tanaman ditentukan secara acak. Karakter yang diamati antara lain adalah tebal daun, luas daun, diameter batang, diameter tajuk, jumlah malai, panjang malai, bobot malai dan jumlah biji per malai. Data disajikan secara kuantitatif dan kualitatif. Pengamatan tanaman lada sambung masing-masing terdiri dari 14 ulangan, dan tiap-tiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman, dengan total jumlah tanaman sampel sebanyak 84 tanaman yang terdiri dari 42 tanaman lada non sambung dan 42 tanaman lada sambung. Tanaman yang dijadikan sampel diberikan label yang digunakan sebagai tanda. Data yang didapatkan selanjutnya diuji menggunakan Uji Regresi. Hasil menunjukkan adanya kisaran pertumbuhan vegetatif dan generatif. Peran diameter tajuk sebesar 15,7 persen lebih besar dibandingkan luas daun (1,2 persen), tebal daun (0,6 persen) dan diameter batang (90,8 persen) dalam mempengaruhi jumlah buah per malai.Peran Panjang malai lebih besar (sebesar 17,7 persen ) dibandingkan jumlah malai perpohon (0,8 persen) dan bobot malai (4,97 persen) dalam mempengaruhi pertambahan jumlah buah per malai. Berdasarkan hasil ini dapat dinyatakan bahwa ada peran tidak langsung dari pertumbuhan vegetate terutama tebal daun, diameter tajuk, diameter batang dalam mempengaruhi Panjang malai yang selanjutnya Panjang malai akan mempengaruhi pertambahan jumlah buah per malai.
