Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp <h1 style="color: green;">SEMINAR NASIONAL FAKULTAS PERTANIAN UNS TAHUN 2026</h1> <h2 style="color: green;">Tema: "Modernisasi Pertanian Berbasis Inovasi yang Berdampak dan Berkelanjutan untuk Kedaulatan Pangan"</h2> <p data-pm-slice="1 1 []">Seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) diselenggarakan pada <strong>25 Juni 2026</strong> dalam rangka memperingati <strong>Dies Natalis ke-50 UNS</strong>, dengan tema <strong>“Modernisasi Pertanian Berbasis Inovasi yang Berdampak dan Berkelanjutan untuk Kedaulatan Pangan”</strong>. Kegiatan ini menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, pertukaran gagasan, dan penguatan kolaborasi antara akademisi, peneliti, serta praktisi dalam mendorong inovasi pertanian berkelanjutan dan mendukung kedaulatan pangan nasional.</p> en-US Wed, 14 Oct 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Struktur dan Komposisi Vegetasi Penyusun di Jalur Pendakian Cuntel Taman Nasional Gunung Merbabu https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1270 <p>Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting dalam pengawetan keanekaragaman hayati, namun aktivitas pendakian berpotensi menimbulkan gangguan atau kerusakan vegetasi yang dapat memengaruhi struktur dan komposisi vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan komposisi vegetasi penyusun di jalur pendakian Cuntel pada zona pegunungan atas. Penelitian dilakukan di tiga elevasi (1800, 1900, dan 2000 mdpl) menggunakan metode <em>belt transect </em>dengan ukuran plot 20 x 60 m yang dibagi menjadi subplot dengan teknik <em>nested sampling</em>. Parameter yang dianalisis meliputi Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman (H’), dan indeks dominansi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 7 spesies dari 7 famili, terdiri atas 4 spesies <em>native </em>dan 3 spesies <em>non-native</em>. Spesies yang mendominasi adalah <em>Cinchona pubescens </em>(42%) dan <em>Acacia decurrens </em>(33%), yang keduanya berpotensi menjadi spesies invasif. Keanekaragaman vegetasi (H’) tertinggi ditemukan pada elevasi 1800 mdpl, yaitu pada pohon sebesar 1,557. Struktur regenerasi menunjukkan pola kurva J terbalik yang menandakan populasi stabil dengan regenerasi yang baik. Vegetasi didominasi oleh stratum C (5-20 m) dengan jumlah individu terbanyak. Nilai INP tertinggi terdapat pada <em>Acacia decurrens </em>terutama pada tingkatan pohon yaitu lebih dari 80% pada tiap elevasinya, sedangkan indeks dominansi menunjukkan adanya dominasi spesies tertentu pada beberapa tingkat pertumbuhan. Vegetasi di jalur pendakian Cuntel memiliki regenerasi yang baik, namun terdapat dominasi spesies <em>non-native </em>yang berpotensi invasif sehingga perlu perhatian dalam pengelolaan kawasan.</p> Ramadani Ayu Safitri, Malihatun Nufus, Andri Prihartanto, Tis’atun Mubarokah Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1270 Wed, 14 Oct 2026 00:00:00 +0700 Analisis Willingness To Pay Wisatawan pada Jalur Trekking Wisata Alam Deles Indah Kabupaten Klaten https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1274 <p>Trekking merupakan kegiatan interaksi langsung terhadap lingkungan yang dilakukan pada kawasan bertopografi setara dengan gunung, tetapi dengan jalur lebih ringan seperti pada kawasan Wisata Alam Deles Indah, Kabupaten Klaten. Akan tetapi, jalur trekking tersebut masih belum optimal terutama pada fasilitas dan kualitas jalurnya, sehingga memerlukan evaluasi untuk melakukan pengembangan. Evaluasi dilakukan melalui analisis <em>Willingness To Pay </em>(WTP) atau kesediaan membayar wisatawan dengan menganalisis karakteristik dan persepsi wisatawan, mengestimasi besarnya nilai WTP untuk peningkatan fasilitas dan kualitas jalur trekking, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP berdasarkan pada 11 variabel, yaitu variabel karakteristik dan persepsi wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik wisatawan meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, frekuensi kunjungan, dan biaya perjalanan. Sedangkan persepsi wisatawan meliputi <em>attraction, accessibility, amenities, </em>dan <em>ancillary. </em>Nilai WTP yang diperoleh berdasarkan <em>Contingent Valuation Method </em>(CVM) memiliki nilai rata-rata sebesar Rp5.267 per individu dan nilai total sebesar Rp790.000 yang menunjukkan adanya potensi tambahan nilai ekonomi dari upaya peningkatan fasilitas dan kualitas jalur trekking. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP antara lain tingkat pendidikan, daya tarik (<em>attraction), </em>fasilitas (<em>amenities</em>), dan pelayanan (<em>ancillary) </em>dengan nilai signifikan sebesar 0,008; 0,018; 0,016; dan 0,045 yang menunjukkan adanya pengaruh secara signifikan terhadap nilai WTP.</p> Shabrina ‘Azizah, Rissa Rahmadwiati, Dwi Apriyanto Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1274 Wed, 14 Oct 2026 00:00:00 +0700 Analisis Dampak Pengembangan Wisata Live In Terhadap Ekonomi dan Sosial Masyarakat di Dusun Thekelan https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1273 <p>Sektor pariwisata mengalami transformasi signifikan menuju bentuk yang lebih bertanggung jawab dan berpusat pada komunitas lokal. Salah satunya melalui model wisata <em>live in </em>yang memungkinkan wisatawan tinggal bersama masyarakat lokal untuk merasakan langsung kehidupan sehari-hari, seperti bertani, beternak, serta aktivitas budaya lainnya. Meskipun model wisata <em>live in </em>mulai berkembang di berbagai daerah, kajian mendalam mengenai dampak sosial dan ekonomi masyarakat lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial dan ekonomi pengembangan wisata <em>live in </em>terhadap masyarakat Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4–8 Agustus 2025 menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, kuesioner, dan studi literatur. Pengambilan sampel dilakukan melalui kombinasi <em>purposive sampling </em>dan <em>snowball sampling </em>terhadap 25 responden yang terdiri atas pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata <em>live in </em>memiliki tiga atraksi utama, yaitu Dolan Ladang, Dolan Kandang, dan pentas seni budaya. Secara sosial, wisata <em>live in </em>berdampak positif terhadap gotong royong, pelestarian budaya lokal, kesadaran pendidikan, serta toleransi, sementara potensi konflik sosial dan pergeseran bahasa tidak signifikan. Secara ekonomi, wisata <em>live in </em>mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang usaha, serta meningkatkan pendapatan masyarakat, meskipun belum mengubah mata pencaharian utama sebagai petani. Dapat disimpulkan bahwa wisata <em>live in </em>berdampak positif pada aspek sosial dan ekonomi, namun bersifat komplementer terhadap kehidupan agraris masyarakat Dusun Thekelan.</p> Annisa Salsabila Nadya Ayu, Kartika Cahya Maulidina, Eka Yuniawati, Ilham Fatahillah, Galuh Masyithoh Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1273 Wed, 14 Oct 2026 00:00:00 +0700