Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp <h1 style="color: green;">SEMINAR NASIONAL FAKULTAS PERTANIAN UNS TAHUN 2026</h1> <h2 style="color: green;">Tema: "Modernisasi Pertanian Berbasis Inovasi yang Berdampak dan Berkelanjutan untuk Kedaulatan Pangan"</h2> <p data-pm-slice="1 1 []">Seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) diselenggarakan pada <strong>25 Juni 2026</strong> dalam rangka memperingati <strong>Dies Natalis ke-50 UNS</strong>, dengan tema <strong>“Modernisasi Pertanian Berbasis Inovasi yang Berdampak dan Berkelanjutan untuk Kedaulatan Pangan”</strong>. Kegiatan ini menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, pertukaran gagasan, dan penguatan kolaborasi antara akademisi, peneliti, serta praktisi dalam mendorong inovasi pertanian berkelanjutan dan mendukung kedaulatan pangan nasional.</p> en-US Wed, 14 Oct 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Struktur dan Komposisi Vegetasi Penyusun di Jalur Pendakian Cuntel Taman Nasional Gunung Merbabu https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1270 <p>Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting dalam pengawetan keanekaragaman hayati, namun aktivitas pendakian berpotensi menimbulkan gangguan atau kerusakan vegetasi yang dapat memengaruhi struktur dan komposisi vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan komposisi vegetasi penyusun di jalur pendakian Cuntel pada zona pegunungan atas. Penelitian dilakukan di tiga elevasi (1800, 1900, dan 2000 mdpl) menggunakan metode <em>belt transect </em>dengan ukuran plot 20 x 60 m yang dibagi menjadi subplot dengan teknik <em>nested sampling</em>. Parameter yang dianalisis meliputi Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman (H’), dan indeks dominansi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 7 spesies dari 7 famili, terdiri atas 4 spesies <em>native </em>dan 3 spesies <em>non-native</em>. Spesies yang mendominasi adalah <em>Cinchona pubescens </em>(42%) dan <em>Acacia decurrens </em>(33%), yang keduanya berpotensi menjadi spesies invasif. Keanekaragaman vegetasi (H’) tertinggi ditemukan pada elevasi 1800 mdpl, yaitu pada pohon sebesar 1,557. Struktur regenerasi menunjukkan pola kurva J terbalik yang menandakan populasi stabil dengan regenerasi yang baik. Vegetasi didominasi oleh stratum C (5-20 m) dengan jumlah individu terbanyak. Nilai INP tertinggi terdapat pada <em>Acacia decurrens </em>terutama pada tingkatan pohon yaitu lebih dari 80% pada tiap elevasinya, sedangkan indeks dominansi menunjukkan adanya dominasi spesies tertentu pada beberapa tingkat pertumbuhan. Vegetasi di jalur pendakian Cuntel memiliki regenerasi yang baik, namun terdapat dominasi spesies <em>non-native </em>yang berpotensi invasif sehingga perlu perhatian dalam pengelolaan kawasan.</p> Ramadani Ayu Safitri, Malihatun Nufus, Andri Prihartanto, Tis’atun Mubarokah Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1270 Wed, 14 Oct 2026 00:00:00 +0700 Analisis Willingness To Pay Wisatawan pada Jalur Trekking Wisata Alam Deles Indah Kabupaten Klaten https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1274 <p>Trekking merupakan kegiatan interaksi langsung terhadap lingkungan yang dilakukan pada kawasan bertopografi setara dengan gunung, tetapi dengan jalur lebih ringan seperti pada kawasan Wisata Alam Deles Indah, Kabupaten Klaten. Akan tetapi, jalur trekking tersebut masih belum optimal terutama pada fasilitas dan kualitas jalurnya, sehingga memerlukan evaluasi untuk melakukan pengembangan. Evaluasi dilakukan melalui analisis <em>Willingness To Pay </em>(WTP) atau kesediaan membayar wisatawan dengan menganalisis karakteristik dan persepsi wisatawan, mengestimasi besarnya nilai WTP untuk peningkatan fasilitas dan kualitas jalur trekking, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP berdasarkan pada 11 variabel, yaitu variabel karakteristik dan persepsi wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik wisatawan meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, frekuensi kunjungan, dan biaya perjalanan. Sedangkan persepsi wisatawan meliputi <em>attraction, accessibility, amenities, </em>dan <em>ancillary. </em>Nilai WTP yang diperoleh berdasarkan <em>Contingent Valuation Method </em>(CVM) memiliki nilai rata-rata sebesar Rp5.267 per individu dan nilai total sebesar Rp790.000 yang menunjukkan adanya potensi tambahan nilai ekonomi dari upaya peningkatan fasilitas dan kualitas jalur trekking. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP antara lain tingkat pendidikan, daya tarik (<em>attraction), </em>fasilitas (<em>amenities</em>), dan pelayanan (<em>ancillary) </em>dengan nilai signifikan sebesar 0,008; 0,018; 0,016; dan 0,045 yang menunjukkan adanya pengaruh secara signifikan terhadap nilai WTP.</p> Shabrina ‘Azizah, Rissa Rahmadwiati, Dwi Apriyanto Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1274 Wed, 14 Oct 2026 00:00:00 +0700 Analisis Dampak Pengembangan Wisata Live In Terhadap Ekonomi dan Sosial Masyarakat di Dusun Thekelan https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1273 <p>Sektor pariwisata mengalami transformasi signifikan menuju bentuk yang lebih bertanggung jawab dan berpusat pada komunitas lokal. Salah satunya melalui model wisata <em>live in </em>yang memungkinkan wisatawan tinggal bersama masyarakat lokal untuk merasakan langsung kehidupan sehari-hari, seperti bertani, beternak, serta aktivitas budaya lainnya. Meskipun model wisata <em>live in </em>mulai berkembang di berbagai daerah, kajian mendalam mengenai dampak sosial dan ekonomi masyarakat lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial dan ekonomi pengembangan wisata <em>live in </em>terhadap masyarakat Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4–8 Agustus 2025 menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, kuesioner, dan studi literatur. Pengambilan sampel dilakukan melalui kombinasi <em>purposive sampling </em>dan <em>snowball sampling </em>terhadap 25 responden yang terdiri atas pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata <em>live in </em>memiliki tiga atraksi utama, yaitu Dolan Ladang, Dolan Kandang, dan pentas seni budaya. Secara sosial, wisata <em>live in </em>berdampak positif terhadap gotong royong, pelestarian budaya lokal, kesadaran pendidikan, serta toleransi, sementara potensi konflik sosial dan pergeseran bahasa tidak signifikan. Secara ekonomi, wisata <em>live in </em>mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang usaha, serta meningkatkan pendapatan masyarakat, meskipun belum mengubah mata pencaharian utama sebagai petani. Dapat disimpulkan bahwa wisata <em>live in </em>berdampak positif pada aspek sosial dan ekonomi, namun bersifat komplementer terhadap kehidupan agraris masyarakat Dusun Thekelan.</p> Annisa Salsabila Nadya Ayu, Kartika Cahya Maulidina, Eka Yuniawati, Ilham Fatahillah, Galuh Masyithoh Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1273 Wed, 14 Oct 2026 00:00:00 +0700 Sifat Makroskopis dan Mikroskopis Kayu Sowang (Xanthostemon novaguinensis Valeton) Asal Pegunungan Cycloop Papua https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1275 <p>Papua merupakan pulau terluas di Indonesia dan memiliki keanekaragaman hayati tumbuhan berkayu dengan total 3.962 jenis, 329 jenis di antaranya termasuk suku Myrtaceae. Sebagai anggota suku Myrtaceae, kayu sowang (<em>Xanthostemon novaguinensis </em>Valeton) tergolong jenis kurang dikenal dan pemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini ditujukan untuk mengumpulkan informasi sifat dasar kayu sowang meliputi ciri makroskopis, mikroskopis, dan sifat fisikanya. Metode yang digunakan yaitu observasi secara makroskopis terhadap ciri struktur, sifat fisik, dan sifat fisika kayu; dan observasi secara mikroskopis terhadap diameter pembuluh, diameter serat, dan panjang serat. Karakteristik anatomi kayu sowang yaitu memiliki lingkaran tahun tidak jelas dan sangat rapat, pembuluh pita tangensial dengan susunan tata baur dan penyebaran soliter, diameter pembuluh berukuran besar (0,32–0,45 mm) dan frekuensinya sangat jarang (0,33–1,05 sel per mm²). Parenkim bertipe aliform ketupat, jari-jari tidak terlihat secara makroskopis, permukaan kayu bertekstur halus, arah serat berpadu, dan tidak ditemukan saluran damar. Warna kayu teras cokelat kehitaman dan gubalnya cokelat muda. Kayu sowang tidak berbau, permukaannya mengkilap, kesan raba halus, sangat berat, dan sangat keras. Kadar air kayu sowang 13,90–17,62% pada kondisi jenuh buatan (perendaman 3 hari) dan hanya 7,75–12,22% pada kondisi kering udara. Berat jenis kayu bervariasi dari empulur ke kulit pada satu individu pohon 1,00–1,06 (kelas kuat I). Penyusutan tangensial 3,84–5,13%, penyusutan radial 3,49–5,06%, dengan rasio T/R 0,88–1,28, dan penyusutan longitudinal 0,05–0,2%. Pengembangan tangensial 1,32–2,18%, pengembangan radial 1,12–2,14%, dan pengembangan longitudinal 0,03–0,08%. Panjang serat dan diameter serat kayu sowang termasuk kategori sedang, masing-masing berukuran 0,94–1,07 mm dan 17,96–22,24 µm.</p> Muhammad Zakaria, Yus Andhini Bhekti Pertiwi, Yuyu Rahayu Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1275 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kondisi Habitat Bakteri Anaerobik Terhadap Produksi Biogas dari POME di Co-Firing Pilot Plant PTPN V Sei Pagar https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1276 <p><em>Crude Palm Oil </em>(CPO) merupakan produk utama di Indonesia berasal dari kelapa sawit. Proses pengolahan CPO menghasilkan limbah cair berupa <em>Palm Oil Mill Effluent </em>(POME). Pemanfaatan POME menjadi biogas melalui proses fermentasi anaerobik. Habitat hidup bakteri anaerobik perlu dikondisikan secara optimal di dalam reaktor biodigester agar diperoleh produksi biogas optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi habitat bakteri anaerobik berdasarkan parameter keasaman pH, suhu dan <em>Dissolved Oxygen </em>(DO) terhadap produksi biogas di <em>Co-Firing Pilot Plant </em>PTPN V Sei Pagar. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan reaktor CSTR (<em>Continuous Stirred Tank Reactor</em>) berkapasitas 2000 m³. Sampel POME diambil dari tiga kelompok area unit pengolahan limbah, yaitu <em>pre-reactor </em>(<em>Equalizer Tank </em>dan <em>Buffer Tank</em>), <em>reactor </em>(5 titik ketinggian berbeda di CSTR) dan <em>post-reactor </em>(<em>Lamella Clarifier</em>). Pengukuran parameter fisik sampel dilakukan langsung di lapangan pada waktu yang bersamaan dengan pencatatan komposisi gas metana. Hasil pengukuran menunjukkan kondisi parameter habitat bakteri terkontrol dengan sangat baik. Nilai rata-rata pH pada reaktor berada pada angka 7,11 , suhu rata-rata sebesar 33,4°C , dan kadar DO rata-rata sebesar 3,2%. Pengondisian yang optimal ini berhasil memproduksi biogas dengan kandungan metana (CH4) berkisar antara 59,1% - 66,4% dengan rata-rata 62,8%. Debit <em>flow </em>aliran 52,8 m³/hari dan <em>Hydraulic Retention Time </em>(HRT) selama 32 hari. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa seluruh parameter lingkungan biodigester berada dalam kisaran titik optimal dan ambang batas toleransi hidup bakteri anaerobik, sehingga mampu menjamin produktivitas dan kelangsungan proses pembentukan gas metana secara berkelanjutan.</p> Mardianto, Idral Amri, Amun Amri Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1276 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Optimasi Pertumbuhan dan Hasil Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Varietas Soper 9 melalui Aplikasi Pupuk Organik Pada Agroekosistem Lahan Kering di Kabupaten Ende https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1277 <p>Sorgum (<em>Sorghum bicolor </em>L. Moench) merupakan tanaman serealia yang adaptif terhadap cekaman kekeringan, sehingga sangat potensial dikembangkan pada agroekosistem lahan kering di Kabupaten Ende. Namun, produktivitasnya sering kali terhambat oleh rendahnya kesuburan dan kualitas fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil sorgum varietas Soper 9 melalui aplikasi pupuk organik pada lahan kering. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 tingkat dosis pupuk organik (0, 5, 10, 15, dan 20 ton/ha) dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik secara signifikan meningkatkan seluruh parameter pertumbuhan dan komponen hasil. Secara rata-rata, terjadi peningkatan panjang tanaman sebesar 6,02%, jumlah daun 5,24%, luas daun 7,88%, panjang malai 3,37%, bobot malai kering 10,47%, jumlah biji per malai 19,81%, bobot biji per tanaman 3,51%, hasil biji per hektar 3,35%, dan bobot 1000 biji sebesar 7,85% dibandingkan kontrol. Dosis pupuk organik 15 ton/ha memberikan hasil produksi yang tidak berbeda nyata dengan dosis 20 ton/ha, di mana masing-masing mampu menghasilkan tinggi tanaman 247,56 cm, jumlah daun 22,50 helai, luas daun 12.409,38 cm², panjang malai 35,75 cm, bobot malai kering 30,06 g, jumlah biji per malai 1.384 butir, bobot biji per tanaman 63,81 g, hasil biji 3,24 ton/ha, dan bobot 1000 biji 27,38 g. Ditinjau dari efisiensi produksi panen aktual, perlakuan dosis 15 ton/ha direkomendasikan sebagai standar aplikasi pupuk organik untuk budidaya sorgum varietas Soper 9 secara berkelanjutan di agroekosistem lahan kering.</p> Murdaningsih, Verensiana Renga, Philipus Nerius Supardi Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1277 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Growth and Yield of Sorghum with The Application of Waste and NPK Fertilizer in Post-Tin Mining Land https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1278 <p><em>Sorghum is a food and fodder crop that can be cultivated in post-tin mining areas. The low nutrient availability in post-tin mining areas can be optimized by applying waste and NPK fertilizer. This study aims to determine the effect of waste and NPK fertilizer on the growth of sorghum plants in post-tin mining areas. This study was conducted from September 2024 to February 2025 in Air Jangkang Reclamation Village, Merawang District, Bangka Regency. This study used an experimental method with a one-factor randomized block design, with 6 treatments and 4 replications. The treatments consisted of NPK fertilizer doses, namely treatment P1 (waste + 150% NPK fertilizer), treatment P2 (waste + 100% NPK fertilizer), treatment P3 (waste + 50% NPK fertilizer), treatment P4 (block waste + 150% NPK fertilizer), treatment P5 (block waste + 100% NPK fertilizer), and treatment P6 (block waste + 50% NPK fertilizer). The results of the study showed that the application of waste and NPK fertilizer to post-tin mining land had a very significant effect on root wet weight, root dry weight, seed weight, and had a significant effect on root length, but had no effect on plant height, number of leaves, and stem diameter. Application of block waste and NPK fertilizer at a dose of 50% showed the highest average effect on sorghum plant vegetative growth in parameters of plant height, number of leaves, and stem diameter. Application of block waste can increase nutrient absorption, thus enabling optimal growth of sorghum plants in post-tin mining land.</em></p> Jumada, Tri Lestari, Winda Wahyuni Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1278 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kualitas Teh Perkebunan Rakyat di Kabupaten Batang Berdasarkan Indeks Kualitas dan Persepsi Petani https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1279 <p>Kabupaten Batang merupakan sentra perkebunan teh rakyat terbesar kedua di Jawa Tengah, namun petani hanya menerima harga pucuk Rp1.600–2.000/kg, jauh di bawah harga pokok produksi yang layak. Rendahnya harga ini diduga berkaitan erat dengan kualitas bahan baku yang dihasilkan, namun kondisi aktual kualitas teh rakyat di tingkat tapak belum pernah diukur secara komprehensif dan berbasis persepsi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting kualitas teh perkebunan rakyat Kabupaten Batang menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan triangulasi kualitatif. Survei dilakukan terhadap 120 petani di Kecamatan Bawang, Blado, dan Reban menggunakan kuesioner tujuh dimensi kualitas berbasis kualitas Garvin dan Standar Teh Indonesia CERTEAFIED, yang dikonversi menjadi indeks. Wawancara mendalam terhadap 10 informan kunci dilakukan untuk memverifikasi dan memperdalam temuan survei. Hasil menunjukkan grand indeks kualitas sebesar 56,17 (cukup baik), namun temuan ini menyimpan paradoks yakni nilai tersebut lebih ditopang oleh tingginya kemudahan penjualan kepada pengepul, bukan oleh kualitas petikan yang sesungguhnya. Sebesar 86,7% petani tidak menerapkan standar petikan P+2 dan empat dari tujuh dimensi berkategori kurang baik. Mayoritas petani memaknai kualitas sebatas penerimaan pengepul tunggal, sementara pengepul tidak membedakan harga berdasarkan mutu. Hal ini menciptakan perangkap kualitas struktural yang menghambat perbaikan mutu secara berkelanjutan. Kondisi ini berkontribusi langsung pada rendahnya pendapatan petani dan ancaman alih fungsi lahan. Diperlukan sistem insentif harga berbasis kualitas dan penguatan kelembagaan kolektif sebagai solusi struktural.</p> Fathurrohman, Endang Siti Rahayu, Sri Marwanti Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1279 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Fisiologi dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Varietas Sangga Sembalun Pada Berbagai Jenis dan Konsentrasi ZPT https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1280 <p>Bawang putih merupakan komoditas penting di Indonesia sebagai sumber pendapatan masyarakat baik sebagai bahan pangan dan kesehatan. Varietas Sangga Sembalun masih memiliki produktivitas rendah. Pemanfaatan Zat Pengaruh Tumbuh (ZPT) memiliki potensi tinggi dalam peningkatan produktivitas bawang putih namun masih perlu inovasi teknologi&nbsp; tepat guna dalam penerapannya.&nbsp; Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh jenis dan konsentrasi ZPT serta interaksinya terhadap fisiologi, pertumbuhan, dan hasil bawang putih varietas Sangga sembalun. Penelitian dilaksanakan di screen house di Desa Pandansari ketinggian 1.303 m di atas permukaan laut, Kecamatan Paguyangan dari bulan Juni sampai Desember 2025. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis dan konsentrasi ZPT. Jenis ZPT terdiri atas Auksin , Giberelin , dan Sitokinin. Konsentrasi ZPT terdiri atas 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm, dan 75 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auksin dan giberelin meningkatkan kehijauan daun fase generatif, sedangkan auksin dan sitokinin meningkatkan kadar klorofil total fase generatif. Peningkatan 1 ppm ZPT dapat meningkatkan jumlah daun sebesar 1,27 persen. Bukaan stomata optimal (3,27 µm) dicapai pada konsentrasi 39,5 ppm. Konsentrasi Giberelin menunjukkan perbedaan respons terbaik pada beberapa variabel yaitu tinggi tanaman pada konsentrasi 39,73 ppm (51,82 cm), panjang akar terpanjang konsentrasi 26,22 ppm (12,19 cm), umur pembentukan umbi konsentrasi 74,6 ppm (66,19 HST), bobot segar tanaman konsentrasi 46,04 ppm (12,55 g/tanaman), jumlah siung pada konsentrasi 44,83 ppm (8,4 siung), serta diameter umbi konsentrasi 45 ppm (2,73 cm).</p> Saparso, Muhammad Bachtiar Musthafa, Dwi Setiani Anggraeni1 Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1280 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Usahatani Padi Varietas Ciherang dan Non-Ciherang di Kabupaten Gunungkidul: Kajian Optimasi dan Efisiensi Teknis https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1281 <p>Kondisi geografis wilayah Kabupaten Gunungkidul merupakan kawasan karst dengan ketersediaan air permukaan yang terbatas sehingga mayoritas petani mengusahakan padi saat musim hujan. Pemilihan varietas padi yang ditanam sangat penting dalam mendukung keberhasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi jumlah produksi padi; tingkat optimasi; serta tingkat efisiensi teknis dan faktor yang memengaruhi efek inefisiensi teknis pada usahatani padi varietas Ciherang dan varietas non-Ciherang. Petani yang dijadikan responden sebanyak 100 orang. Metode analisis data menggunakan model ekonometrika, rasio nilai produk marginal (NPM<sub>x</sub>) dengan harga faktor produksi (P<sub>x</sub>), dan fungsi produksi <em>stochastic frontier</em>. Hasil penelitian menunjukkan luas lahan dan benih berpengaruh positif pada produksi padi varietas Ciherang, sedangkan luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produksi padi varietas non-Ciherang. Penggunaan faktor-faktor produksi belum mencapai kondisi optimal. Rata-rata tingkat efisiensi teknis (ET) untuk varietas Ciherang sebesar 0,511 sedangkan rata-rata tingkat efisiensi teknis (ET) untuk varietas non-Ciherang sebesar 0,692. Padi varietas non-Ciherang yaitu meliputi Inpari (0,693), Mapan (0,694), Pajajaran (0,638), Supadi (0,686), Mekongga (0,605), M70 (0,605), dan lainnya (0,780). Faktor tingkat pendidikan dan pengalaman bertani menjadi variabel yang berpengaruh terhadap efek inefisiensi teknis pada varietas Ciherang.</p> Putri Lestariana Maharani, Agustono, Setyowati Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1281 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Dinamika Sosial Masyarakat Agraris dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas Di Kabupaten Kulon Progo https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1282 <p>Ketahanan pangan berbasis komunitas di Kabupaten Kulon Progo direalisasikan melalui program lumbung mataraman. Lumbung Mataraman merupakan konsep pengelolaan pangan yang memanfaatkan lahan pekarangan dan mengintegrasikan pengembangan berbagai jenis tanaman, ternak, ikan, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Keberadaan program ini sangat penting seiring meningkatnya kerawanan pangan, keterbatasan lahan, serta ketergantungan masyarakat dalam membeli bahan pangan. Keberhasilan implementasinya tidak hanya bergantung pada aspek teknis budidaya, tetapi juga pada dinamika sosial masyarakat agraris yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika sosial masyarakat agraris dalam mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas melalui Lumbung Mataraman. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan <em>Focus Group Discussion </em>(FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuatnya interaksi, pelaksanaan gotong royong, dan keterlibatan aktif kelembagaan, peran penyuluah pertanian, serta tokoh masyarakat setempat menjadi hal utama dalam mendorong partisipasi dan keberlanjutan program. Namun, adanya perbedaan motivasi dan keyakinan diri dalam mengelola sumber daya yang ada, telah menjadi kendala yang menyebabkan partisipasi masyarakat dalam program tidak merata. Penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika sosial mempunyai peran penting dalam membangun ketahanan pangan berbasis komunitas. Hal tersebut berkaitan dengan pola kerjasama, distribusi sumber daya, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan. Diperlukan upaya terpadu untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Selain itu, penting untuk peningkatan motivasi dan kapasitas masyarakat melalui pendampingan serta memperkuat peran penyuluh dan tokoh masyarakat.</p> Sri Kuning Retno Dewandini, Ali Hasyim Al Rosyid Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1282 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Peran Biochar Limbah Kelapa Muda sebagai Pembenah Tanah terhadap Iklim Mikro Tanah https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1283 <p>Iklim mikro merupakan iklim di lapisan udara yang dekat permukaan bumi dengan ketinggian ± 2 meter. Iklim mikro tanah meliputi suhu tanah dan kelembaban tanah, memiliki peran yang penting di dalam tanah, seperti aktivitas mikroorganisme, ketersediaan unsur hara dan ketersediaan air. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran biochar limbah kelapa muda sebagai pembenah tanah terhadap kondisi iklim mikro tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non Faktorial dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, pupuk kandang sapi 10 ton ha⁻¹, biochar limbah kelapa muda 10 ton ha⁻¹, biochar <em>embedded </em>limbah kelapa muda 10 ton ha⁻¹, serta biochar <em>embedded </em>limbah kelapa muda + pupuk kandang sapi 10 ton ha⁻¹. Parameter yang diamati yaitu suhu tanah pada kedalaman 0, 7 dan 14 cm dan kelembaban tanah pada kedalaman 7 dan 14 cm. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji <em>Duncan Multiple Range Test </em>(DMRT) pada taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar limbah kelapa muda sebagai pembenah tanah berperan dalam memodifikasi iklim mikro, terutama pada kestabilan suhu dan kelembaban tanah. Perlakuan biochar <em>embedded </em>limbah kelapa muda 10 ton ha-1 dan biochar <em>embedded </em>limbah kelapa muda + pupuk kandang sapi 10 ton ha-1 menunjukkan suhu tanah yang cenderung stabil pada kedalaman 7 dan 14 cm. Perlakuan biochar limbah kelapa muda 10 ton ha-1 menunjukkan kelembaban tanah yang cenderung stabil pada kedalaman 7 dan 14 cm.</p> Dwi Surya Andari, Zaitun, Rika Husna, Darusman, Syakur, Rizqi Ramadhan, Syabila Natasya Putri, Azzahna Salsabila Ramadhani Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1283 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Land Suitability Evaluation for Biosaline Paddy Rice Cultivation in Coastal Areas of Sayung District, Demak Regency, Indonesia https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1284 <p>This study evaluated the suitability of land for biosaline paddy rice cultivation in Sayung District, Demak Regency, Indonesia, and identified major limiting factors and potential improvement measures. Field surveys and laboratory analyses were conducted to assess climatic conditions, soil physical properties, soil chemical characteristics, salinity levels, and slope conditions. Land suitability was determined using a matching method by comparing observed land characteristics with the land requirements of irrigated paddy rice. Suitability classes were categorized as highly suitable (S1), moderately suitable (S2), marginally suitable (S3), and not suitable (N). The results showed that climatic factors, including temperature, rainfall, and relative humidity, as well as most soil physical characteristics, were generally favorable for paddy rice cultivation and fell within the S1–S2 suitability classes. However, several soil-related constraints limited overall land suitability. The main limiting factors were low nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) availability, elevated soil salinity, and deficiencies of calcium (Ca) and magnesium (Mg) in certain areas. Consequently, several land units were classified as S3-na and S3-xc. Potential land improvement was evaluated through the application of P₂O₅ and K₂O fertilizers and Ca–Mg-based soil amendments. These treatments improved nutrient availability, reduced salinity-related constraints, and increased land suitability from S3 to S2 classes. The findings indicate that appropriate nutrient management and soil amelioration practices can significantly enhance land quality and support sustainable biosaline paddy rice production in coastal areas affected by salinity.</p> Khairul Anwar, Endang Dewi Murrinie, Nindya Arini, Syaiful Anwar, Hadi Santoso Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1284 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Empowerment Model of Tenggerese Women Farmers: A Local Wisdom-Based https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1285 Hamidah Hendrarini, Dwiyana Anela Kurniasari Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1285 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Penyakit pada Tanaman Tembakau dan Pengendaliannya di PT Perkebunan Nusantara X https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1287 <p>Produk tembakau cerutu PT Perkebunan Nusantara X Kebun Klaten memiliki kualitas yang sangat dipengaruhi oleh kesehatan tanamannya. Proses budidaya tanaman tembakau dilakukan secara konvensional menggunakan varietas Tembakau Bawah Naungan (TBN) H-382. Penyakit merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang sangat mempengaruhi produktifitas tembakau di PTPN X. Tembakau yang terserang penyakit ini menyebabkan turunnya kualitas hingga harga jual tembakau. Hal ini menyebabkan perlunya pengendalian penyakit dalam budidaya tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai penyakit yang menyerang tanaman tembakau di PT Perkebunan Nusantara X dan pengendaliannya. Penelitian dilakukan di PT Perkebunan Nusantara X dimulai dari budidaya tanaman tembakau, panen dan pascapanen, pengamatan penyakit tembakau serta proteksi tanaman. Kegiatan proteksi tanaman meliputi pengendalian hama dan penyakit tanaman tembakau baik secara mekanis maupun kimia. Penyakit yang paling banyak ditemukan yaitu penyakit kerupuk yang disebabkan <em>Tomato yellow leaf curl Kanchanaburi virus </em>(TYLCKaV) dan ditularkan oleh serangga vektor kutu kebul (<em>Bemisia tabaci</em>). Pengendalian penyakit kerupuk dilakukan dengan pemasangan <em>yellow trap </em>untuk menarik hama seperti trip, kutu daun, dan kutu kebul yang akan datang karena hama menyukai warna yang mencolok seperti warna kuning. Penggunaannya dinilai cukup efektif untuk mencegah ledakan hama di lahan tembakau. Selanjutnya dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif piretroid menggunakan <em>knapsack sprayer. </em>Pengendalian mekanis juga dilakukan dengan memotong tanaman tembakau terinfeksi <em>Begomovirus </em>dan memusnahkannya. Pengendalian lain yang dilakukan dengan barrier fisik yaitu dengan waring yang menutup seluruh lahan untuk mencegah masuknya kutu kebul sebagai vektor Begomovirus masuk ke dalam lahan tembakau, sehingga dapat menurunkan risiko tersebarnya penyakit kerupuk</p> Dwiwiyati Nurul Septariani, Supriyadi, Naswa Febri Aurelia, Risky Kartika Sari, Advis Qonita Magda Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1287 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Analisis Profitabilitas Usaha Tani Jamur Tiram Kelompok Tani Sedyo Lestari Di Desa Argosari Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1288 <p>Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan yang terus meningkat. Perkembangan usaha tani jamur tiram di Kelompok Tani Sedyo Lestari memerlukan analisis profitabilitas untuk memastikan efisiensi biaya dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghitung biaya, pendapatan, dan keuntungan; dan 2) menganalisis tingkat profitabilitas. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan data primer dan sekunder tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pencatatan arsip. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, profitabilitas, dan B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya usaha sebesar Rp470.840.800,00/tahun, penerimaan sebesar Rp475.940.000,00, pendapatan sebesar Rp21.887.200,00, dan keuntungan sebesar Rp5.099.200,00. Nilai profitabilitas sebesar 1,08% dan B/C Ratio 0,01083 menunjukkan usaha tani jamur tiram menguntungkan.</p> Malcolm Hanafi Alfian Dharmawan, Ernoiz Antriyandarti, Susi Wuri Ani Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1288 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Agen Penyuluh Pertanian dan Dampaknya Terhadap Perilaku Petani Padi Di Kabupaten Rokan Hilir https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1289 <p>Penyuluh pertanian dituntut untuk berkinerja optimal untuk meyakinkan pengambil kebijakan, baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk keberlanjutan program penyuluhan sebagai bagian dari upaya pembangunan pertanian dan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor internal yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian dalam mendorong peningkatan produksi padi di Kabupaten Rokan Hilir; (2) menganalisis pengaruh gabungan dari faktor-faktor ini dan kinerja penyuluh terhadap perilaku petani padi; (3) mengevaluasi hubungan antar faktor-faktor yang berkontribusi pada peningkatan kinerja penyuluh dalam produksi beras; dan (4) menilai dampak kinerja penyuluh terhadap perilaku petani padi. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan data yang dikumpulkan melalui pengambilan sampel acak yang melibatkan 118 agen penyuluh dan 236 petani padi. Wawancara dilakukan pada bulan Februari hingga April 2025, dan data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik, kompetensi, motivasi, dan independensi penyuluh secara signifikan mempengaruhi kinerjanya, dengan koefisien masing-masing –0,30, 0,88, 0,22, dan –0,31, pada tingkat signifikansi α = 0,05. Nilai R² dari keempat variabel ini adalah 0,74, menunjukkan bahwa 74% variasi kinerja dijelaskan oleh variabel-variabel ini, sedangkan 26% sisanya disebabkan oleh faktor lain di luar ruang lingkup penelitian ini. Selanjutnya, kinerja agen penyuluh berpengaruh langsung terhadap perilaku petani padi dengan koefisien 0,83 pada α = 0,05, artinya setiap peningkatan kinerja agen penyuluh satu unit akan meningkatkan perilaku petani padi sebesar 0,83 unit. Nilai R² untuk hubungan ini adalah 0,69, menunjukkan bahwa kinerja penyuluh mempengaruhi perilaku petani padi sebesar 69%, sedangkan 31% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati.</p> Lita Arfah Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1289 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Struktur Pasar dan Daya Saing Ekspor Kelapa Indonesia di Pasar Internasional https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1290 <p>Indonesia is one of the world's largest coconut producers; however, the export competitiveness of its processed coconut products continues to face intense competition in the international market. This study aims to analyze the comparative advantage, competitive advantage, and export market development potential of Indonesian processed coconut products. Secondary data for the period 2014–2024 were obtained from UN Comtrade, Trade Map, Statistics Indonesia, and the Center for Agricultural Data and Information Systems. The analysis employed the Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), Trade Specialization Index (TSI), and the X-Model Potential Export Product approach. The results indicate that desiccated coconut (HS 080111) has a comparative advantage in all major export destinations, while coconut oil (HS 151311) demonstrates comparative advantage in Malaysia and the United States. Based on the EPD analysis, desiccated coconut is positioned as a rising star in Germany, the United Kingdom, and the United States, whereas coconut oil achieves rising star status in France and Germany. Market potential analysis identifies Germany, the United Kingdom, and the United States as priority markets for desiccated coconut exports, while other markets still offer opportunities through improvements in product quality, supply chain efficiency, product diversification, and compliance with international standards.</p> Nizmah Furoidah, Evi Irawan, Putriesti Mandasari Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1290 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Identifikasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pada Pepaya California https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1291 <p>Pepaya california memiliki sifat unggul dan berumur genjah, tinggi tanaman sekitar 1,5–2 meter. Pepaya california sudah dapat dipanen setelah berumur 8-9 bulan dan dapat terus berbuah hingga mencapai umur 4 tahun. Tanaman pepaya california merupakan salah satu komoditas pertanian daerah tropis yang memiliki peluang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia karena prospeknya yang menjanjikan. Namun, mutu kualitas dari buah pepaya california juga akan mempengaruhi harga jual. Identifikasi organisme pengganggu tanaman (OPT) baik hama maupun patogen penyebab penyakit harus dilakukan untuk menentukan jenis hama atau patogen penyakit pada suatu tanaman sehingga dapat menentukan cara pengendalian yang tepat agar tidak terjadi kerusakan atau bahkan gagal panen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hama dan penyakit pada pepaya california untuk menentukan pengendalian yang tepat. Hasil identifiksi OPT terdapat hama berupa kutu putih, ulat dan lalat buah. Selain itu, terdapat penyakit berupa layu daun bakteri <em>Erwinia papayae </em>dan bercak daun <em>Cercospora </em>sp. Berdasarkan hasil pengamatan, lalat buah merupakan hama dominan yang ditemukan pada budidaya pepaya california yaitu spesies <em>Bactrocera carambolae. </em>Upaya pengendalian yang dilakukan antara lain pemberian <em>Plant Growth Promoting Rhizobacteria </em>(PGPR) dan penggunaan perangkap lalat dengan senyawa atraktan berupa petrogenol.</p> Dwiwiyati Nurul Septariani, Retno Wijayanti, Zayyan Aulia N, Muhammad Arifin, Sicilia Niken Dwi Saputri Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1291 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Peramalan (Forecasting) Harga Produsen Bawang Merah di Provinsi Jawa Tengah dengan Pendekatan Triple Exponential Smoothing (Holt-Winters) https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1292 <p>Bawang merah merupakan komoditas hortikultura strategis dengan perubahan harga yang fluktuatif, khususnya di tingkat produsen. Perubahan harga yang tidak stabil berpengaruh terhadap kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan matematis yang mampu memberikan hasil peramalan (<em>forecasting</em>) yang tepat dan akurat guna mengantisipasi dinamika harga pada periode selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perkembangan harga produsen bawang merah selama periode pengamatan (2016 – 2025), menganalisis metode peramalan (<em>forecasting</em>) dengan pendekatan <em>Triple Exponential Smoothing </em>(TES) berdasarkan skenario parameter (α, β, dan γ) manual dan hasil solver, serta meramalkan harga produsen bawang berdasarkan parameter (α, β, dan γ) terbaik melalui indikator uji akurasi <em>Mean Absolute Deviation </em>(MAD), <em>Mean Square Error </em>(MSE), dan <em>Mean Absolute Percentage Error </em>(MAPE). Data yang digunakan adalah data sekunder terkait harga produsen bawang merah pada periode Januari 2016 – Desember 2025 (120 observasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola harga produksi bawang merah sangat dinamis dengan fluktuasi musiman yang berulang. Metode TES (α=0,71; β=0,01; γ= 0,88) merupakan metode terbaik dengan nilai <em>error </em>MAD 1.543,35, MSE 4.594.472,28, dan MAPE 10,23%, jauh lebih kecil dibandingkan TES (α=0,3; β=0,2; γ= 0,3) dengan nilai <em>error </em>MAD 2.082,75, MSE 7.486.252,64, dan MAPE 14,00%. Hasil peramalan (<em>forecasting</em>) sepanjang tahun 2026 menunjukkan bahwa harga produsen bawang merah selalu berfluktuasi, dengan puncak pada Juni 2026 (Rp27.274,35/kg) dan terendah pada September 2026 (Rp21.439,81/kg). Terjadinya fluktuasi harga produsen bawang merah di tingkat petani menegaskan pentingnya kebijakan stabilisasi harga untuk menjaga kedaulatan pangan nasional. Harga yang stabil tidak hanya melindungi kesejahteraan petani, tetapi juga kemandirian pangan bangsa.</p> Ade Mutiara Octaviana, Endang Siti Rahayu, Putriesti Mandasari Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1292 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Analisis Rantai Pasok Jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1293 <p>Jagung merupakan komoditas strategis di Kabupaten Ponorogo, dengan Kecamatan Pulung sebagai salah satu daerah sentra produksi yang menghasilkan 444.309 kuintal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi rantai pasok jagung dan efisiensi kinerjanya. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif analitis, dengan lokasi penelitian dipilih secara <em>purposive </em>pada salah satu sentra produksi jagung utama. Responden terdiri dari 36 petani yang didapat secara <em>proportional</em> <em>random sampling</em>, dan 11 lembaga pemasaran didapat secara <em>snowball sampling</em>. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder, sementara analisis data menggunakan kerangka FSCN, marjin pemasaran, dan <em>farmer’s share. </em>Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga saluran distribusi jagung yang telah berjalan cukup baik. Saluran 1 (petani – pengepul kecamatan – konsumen) dengan marjin pemasaran Rp591/kg dan <em>farmer's share</em> 90,62%. Saluran 2 (petani –pengepul desa – pedagang besar – konsumen) memiliki marjin Rp642/kg dengan <em>farmer's share</em> 89,71%. Saluran 3 (petani – pedagang besar – konsumen) memiliki marjin pemasaran Rp330/kg dan <em>farmer's share</em> 94,70%, merupakan saluran paling efisien. Analisis FSCN menunjukkan rantai pasok jagung di Kecamatan Pulung memiliki sasaran pasar industri pakan ternak dan peternak ayam petelur. Pemilihan mitra didominasi oleh kepercayaan dan hubungan sosial tanpa kontrak formal, sementara sumber daya petani tergolong lebih sederhana dibandingkan pedagang. Kondisi tersebut membuat petani rentan terhadap risiko ketidakpastian, terutama terkait harga, volume pembelian, dan kepastian pasar. Keterbatasan sumber daya menyebabkan petani belum mampu memenuhi standar pasar secara optimal, sehingga posisi tawarnya cenderung lebih lemah dibandingkan pedagang. Oleh karena itu, perbaikan sistem rantai pasok perlu difokuskan pada penguatan kelembagaan, peningkatan akses informasi pasar, dan pengembangan kapasitas pascapanen untuk meningkatkan posisi tawar petani</p> Adila Mita Ayuningrum, Endang Siti Rahayu, Indah Nurhidayati Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1293 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Kontribusi Pendapatan Bawang Putih terhadap Total Pendapatan Rumah Tangga Petani di Kabupaten Karanganyar https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1294 <p>Bawang putih termasuk kedalam tanaman hortikultura yang unggul dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Kata Kunci: Bawang Putih, Kontribusi Pendapatan, Penerimaan Usahatani, Tumpangsaringgi yang memproduksi bawang putih yaitu Kabupaten Karanganyar, dengan mayoritas petani menerapkan pola tanam tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran kontribusi pendapatan usahatani bawang putih terhadap total pendapatan rumah tangga petani. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dipilih secara purposive, yaitu di Kabupaten Karanganyar dengan data primer 77 responden petani bawang putih, ditentukan dengan rumus slovin dan propotional random sampling. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil peneltian menunjukkan rata-rata total penerimaan rumah tangga petani mencapai Rp36.852.142 per tahun. Penerimaan petani berasal dari usahatani bawang putih, usahtani lain, dan penerimaan luar usahatani. Bawang putih memberikan kontribusi terbesar sebesar Rp16.360.130 (44,39%) dan pendapatan usahatani lain sebesar Rp15.924.351 (43,21%), dan penerimaan luar usahatani sebesar Rp4.567.662 (12,39%). Bawang putih memiliki kontribusi paling besar dalam pendapatan petani (pendapatan utama), tetapi pendapatan usahatani lain juga menjadi penopang perekonomian rumah tangga petani bawang putih di Kabupaten Karanganyar.</p> Frizka Amalia Salsa; Endang Siti Rahayu, Rhina Uchyani Fajarningsih Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1294 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Karakteristik Konsumen Beras Shirataki di Kota Surakarta https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1295 <p>Beras shirataki merupakan produk pangan fungsional berbahan dasar glukomanan dari umbi porang (<em>Amorphophallus muelleri</em>) yang memiliki karakteristik rendah kalori, rendah karbohidrat, dan indeks glikemik sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen beras shirataki di Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan analisis tabulasi. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang dipilih secara proportional random sampling dari lima kecamatan di Kota Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen beras shirataki di Kota Surakarta didominasi oleh kelompok usia 18–24 tahun (47%), berjenis kelamin laki-laki (52%), dan berdomisili di Kecamatan Laweyan (24%). Dari segi pendidikan, mayoritas responden berpendidikan terakhir SMA/sederajat (52%), diikuti sarjana (38%) dan diploma (10%). Berdasarkan jenis pekerjaan, responden terbanyak adalah pelajar/mahasiswa (43%), diikuti karyawan swasta (35%), wirausaha (17%), dan ASN/BUMN (5%). Dari sisi pendapatan, sebagian besar responden berada pada kategori tinggi dengan pendapatan Rp3.000.000–Rp5.000.000 per bulan (32%). Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumen beras shirataki di Kota Surakarta didominasi oleh generasi muda dengan tingkat kesadaran kesehatan yang cukup tinggi serta daya beli yang memadai untuk mengakses produk pangan fungsional dengan harga relatif lebih tinggi dibandingkan beras konvensional.</p> Kirei Qurrata'aini, Endang Siti Rahayu, Wiwit Rahayu Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1295 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Efektivitas dan Efisiensi Penerapan Alat Katrol sebagai Teknologi Tepat Guna pada Pemanenan Ketela Pohon Jarak Towo https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1296 <p>Pemanenan ketela pohon Jarak Towo secara manual umumnya memerlukan tenaga kerja yang besar, waktu panen yang relatif lama, berisiko menyebabkan cedera kerja dan kerusakan umbi. Kondisi tersebut menjadi kendala bagi petani, terutama pada lahan dengan tanah bertekstur berat dan struktur tanah yang kuat serta jumlah umbi yang banyak dengan ukuran besar dan panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi penerapan alat katrol sebagai teknologi tepat guna pada proses pemanenan ketela pohon Jarak Towo. Kegiatan dilaksanakan di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar melalui tahapan koordinasi dengan mitra, perancangan alat, edukasi dan sosialisasi, demonstrasi penggunaan alat katrol, monitoring dan evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan teknik panen manual dan penggunaan alat katrol berdasarkan parameter efektivitas dan efisiensi. Parameter efektivitas meliputi keberhasilan pencabutan umbi, penurunan kerusakan umbi, kemudahan penggunaan alat, dan kemampuan penggunaan alat oleh petani perempuan. Parameter efisiensi meliputi waktu panen, jumlah tenaga kerja, pengurangan beban kerja, pengurangan keluhan cedera, dan efisiensi biaya tenaga kerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari aspek efektivitas, alat katrol meningkatkan keberhasilan pencabutan umbi, menurunkan persentase umbi patah dari 10% menjadi 5%, dan memberikan kemudahan penggunaan alat termasuk bagi petani perempuan yang sebelumnya mengalami keterbatasan dalam proses panen manual. Penggunaan alat katrol dari aspek efisiensi mampu mempercepat waktu panen dari 5-10 menit menjadi</p> Mujiyo; Ganjar Herdiansyah, Aktavia Herawati, Sumani, Akas Anggita, Khalyfah Hasanah Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1296 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Pengendalian Hama pada Budidaya Selada Keriting (Lactuca sativa L.) dengan Sistem Instalasi Deep Flow Technique https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1297 <p>Selada Keriting (<em>Lactuca sativa </em>L.) memiliki kandungan gizi karena mengandung serat, provitamin A (karotenoid), kalium dan kalsium. Tanaman hortikultura semusim ini dapat dibudidayakan di daerah dingin, lembab baik di dataran tinggi maupun rendah. Selada dikonsumsi mentah dan harus diproduksi bersih, sehingga dihasilkan berkualitas dengan sistem budidaya hidroponik DFT (<em>Deep Flow Technique</em>). Namun, gangguan mikroorganisme pengganggu tanaman seringkali menurunkan kualitas dan kuantitas hasil. Pengamatan terhadap cara budidaya, hama dan patogen, serta kondisi lingkungan diperlukan untuk mengetahui teknik pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hama dan penyakit pada tanaman selada keriting yang dibudidayakan dengan sistem instalasi DFT dan menemukan teknik pengendalian yang tepat. Penelitian dilakukan di CV Soebi Agrikultura Indonesia, Bandung, pada bulan Januari hingga Februari 2024. Alat yang digunakan antara lain pipa instalasi, netpot, rockwool, tray, TDS meter, <em>yellow sticky trap</em>, dan <em>knapsack sprayer</em>. Bahan yang digunakan antara lain benih selada keriting, larutan nutrisi AB Mix, fungisida, insektisida spinetoram, dan perekat nonylphenol etoksi ethanol. Penelitian dilakukan mulai dari kegiatan budidaya dengan instalasi DFT, pengamatan intensitas hama dan penyakit yang menyerang tanaman selada, serta pengendalian secara mekanik dan kimiawi. Hasil penelitian menunjukkan hama ulat grayak (<em>Spodoptera litura</em>) paling banyak ditemukan menyerang tanaman selada dengan tingkat kerusakan 25%. Penyakit yang ditemukan yaitu bercak daun Cercospora. Pengendalian kimiawi paling efektif mengendalikan hama ulat grayak dengan penyemprotan insektisida sesuai jenis hama, kebutuhan, dan dosis anjuran.</p> Dwiwiyati Nurul Septariani, Salim Widono , Zahra Tazkiyatun Haqiki, Ikrima Isna Sofiana, Roni Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1297 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Dinamika Populasi Dan Tingkat Serangan Hama Pelipat Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Yang Ditanam Dengan Dua Jenis Mulsa https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1298 <p>Ulat pelipat daun (<em>Brachmia convolvuli </em>Wals.) merupakan hama penting pada tanaman ubi jalar (<em>Ipomoea batatas </em>L.) yang menyerang daun dengan cara menggulung dan memakan jaringan daun dari dalam sehingga mengganggu proses fotosintesis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika populasi dan tingkat serangan hama pelipat daun pada tanaman ubi jalar yang ditanam menggunakan dua jenis mulsa. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu kontrol, mulsa plastik, dan mulsa jerami, masing-masing diulang 9 kali. Hasil penelitian ditemukan satu spesies hama pelipat daun yaitu <em>Brachmia convolvuli. </em>Puncak populasi tertinggi terjadi pada mulsa plastik sekitar 60 ekor (minggu ke-7), kontrol sekitar 42 ekor (minggu ke-8), sedangkan mulsa jerami paling rendah dan stabil dengan puncak 16–17 ekor (minggu ke-6 dan ke-7). Mulsa jerami sendiri memberikan hasil terbaik dengan populasi 9,96 ekor dan intensitas serangan 19,09%, sehingga lebih efektif menekan perkembangan hama dibandingkan perlakuan lainnya.</p> Ardiansyah, Bambang Supeno, Wahyu Astiko Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1298 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Tingkat Serangan Hama Boleng (Cylas sp.) pada Beberapa Ketinggian Media Tanam dalam Karung https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1299 <p>Hama boleng (<em>Cylas </em>sp.) merupakan hama utama ubi jalar yang mampu menurunkan hasil hingga 100%. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas variasi ketinggian media tanam dalam karung sebagai strategi pengendalian hama boleng serta kaitannya terhadap produksi ubi jalar. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga Januari 2026 di Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan lima perlakuan. Perlakuan terdiri atas lima variasi ketinggian media tanam, yaitu T1 = 20 cm, T2 = 30 cm, T3 = 40 cm, T4 = 50 cm, dan T5 = 60 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi media tanam dalam karung, semakin rendah tingkat serangan hama boleng. Ketinggian media tanam berpengaruh nyata terhadap populasi hama (BNJ 5%), dengan populasi tertinggi pada T1 (19 ekor) dan terendah pada T5 (1 ekor). Intensitas serangan menurun secara deskriptif dari 15,23% (T1, kategori sedang) menjadi 1,67% (T5, kategori ringan), meskipun tidak berbeda nyata secara statistik. Analisis regresi menunjukkan hubungan negatif antara intensitas serangan dan berat umbi (R² = 0,7416) serta hubungan positif antara populasi hama dan intensitas kerusakan (R² = 0,9449). Perlakuan T5 (60 cm) merupakan ketinggian media tanam terbaik dalam menekan serangan hama boleng pada budidaya ubi jalar dalam karung.</p> Niyanti Esawati, Bambang Supeno, Sudirman Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1299 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Peserta Sekolah Lapang Terhadap Optimalisasi Hasil Pertanian di Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1300 <p>Produktivitas cabai rawit di Indonesia mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun akibat perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, serta rendahnya penerapan inovasi teknologi pertanian. Kondisi tersebut juga terjadi pada petani cabai rawit di Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas petani melalui program Sekolah Lapang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani peserta Sekolah Lapang terhadap optimalisasi hasil pertanian cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kecamatan Wuryantoro. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Penelitian melibatkan 30 petani peserta Sekolah Lapang sebagai responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling.</p> Kezia Intan Rahmawati, Agung Wibowo, Suwarto Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1300 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Strategi Komunikasi Penyuluhan Pertanian dalam Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Desa Mulur Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1301 <p>Peningkatan kebutuhan pangan nasional mendorong pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Kabupaten Sukoharjo berkomitmen tinggi terhadap ketahanan pangan melalui penghargaan ISNA 2025 dalam kategori Inovasi Ketahanan Pangan Terbaik. Kecamatan Bendosari meraih IKP terbaik tahun 2021 dan memiliki potensi pekarangan yang besar, namun pemanfaatannya belum optimal sehingga diperlukan penyuluhan pertanian untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. KWT Anggrek Desa Mulur sebagai salah satu pelaksana program P2B yang menunjukkan keberhasilan panen menarik untuk dikaji terkait strategi komunikasi penyuluhan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik sosial budaya masyarakat Desa Mulur, menganalisis strategi komunikasi penyuluhan pertanian dalam program P2B, menganalisis faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi penyuluhan program P2B, serta menganalisis perubahan perilaku anggota setelah dilaksanakannya program P2B di KWT Anggrek Desa Mulur Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumenstasi yang kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial budaya masyarakat Desa Mulur mendukung pelaksanaan penyuluhan program P2B. Strategi komunikasi yang diterapkan meliputi mengenal khalayak, menyusun pesan, menentukan metode, memilih media, dan menghasilkan efek komunikasi. Keberhasilan strategi komunikasi juga didukung oleh kredibilitas dan daya tarik penyuluh, kejelasan pesan, kesesuaian metode dan media, antusiasme sasaran, serta dukungan kelembagaan. Meskipun masih terdapat hambatan sosio-psikologis, semantik, dan ekologis, penyuluhan program P2B berhasil mendorong perubahan perilaku pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota KWT Anggrek dalam pemanfaatan lahan pekarangan.</p> Jhohana Khisma Nur Mutmainah, Agung Wibowo, Suminah Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1301 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Peran Kelompok Tani dalam Meningkatkan Implementasi Pertanian Organik Padi di Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1302 <p>Keberhasilan implementasi pertanian organik tidak terlepas dari adanya peran kelompok tani dalam mendukung kegiatan usahatani petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelompok tani dalam meningkatkan implementasi pertanian organik, menganalisis dinamika kelompok dalam mendukung implementasi pertanian organik, serta menganalisis peran penyuluh pertanian dalam mendukung kelompok tani organik di Desa Wonokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok tani organik berjalan dengan baik melalui adanya tujuan kelompok, struktur kelompok, komunikasi, pembinaan, serta kerjasama antaranggota yang mendukung keberlangsungan pertanian organik. Peran kelompok tani dalam meningkatkan implementasi pertanian organik terlihat melalui fungsi kelompok sebagai media belajar, sarana penyampaian informasi, media kerjasama, dan unit produksi. Kelompok tani memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati, memfasilitasi pertukaran informasi antaranggota, serta memperkuat kerjasama dalam kegiatan pertanian organik. Penyuluh pertanian juga berperan sebagai motivator, inovator, fasilitator, dan komunikator dalam mendukung pengembangan pertanian organik. Implementasi pertanian organik dilakukan melalui pengelolaan lahan tanpa bahan kimia, penggunaan benih organik hasil produksi sendiri, pemanfaatan pupuk organik cair, dan pengendalian hama secara alami.</p> Khairunisa Rahmawati, Agung Wibowo, Diwi Acita Irawati Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1302 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Evaluating Consumer Satisfaction with the Marketing Mix of Mini Kemojo Cake of Riau: An Ipa-Csi Approach https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1303 <p>This study aims to analyze consumer characteristics, evaluate the importance and performance of marketing mix attributes, and measure consumer satisfaction toward Mimie Bolu Kembojo Mini in Pekanbaru City. The research employed a quantitative descriptive survey method conducted from January to November 2024. Data were collected through questionnaires and interviews involving 35 respondents selected using accidental sampling. The analytical methods used were Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI). The results showed that most consumers were women aged 36–45 years, held bachelor/diploma degrees, worked as private employees, and lived in Pekanbaru. IPA analysis indicated that competitive pricing, affordable pricing, and parking facilities were included in Quadrant I as priority attributes requiring immediate improvement because they were considered highly important but had low performance. Meanwhile, taste, packaging, price transparency, and business visibility were categorized in Quadrant II, indicating strong performance and high importance that should be maintained. The CSI value obtained was 81.49%, which falls into the “Very Satisfied” category. This finding indicates that the marketing mix strategy implemented by Mimie Bolu Kembojo Mini has generally met consumer expectations. However, improvements in pricing strategy and supporting facilities are still needed to enhance customer satisfaction and maintain competitiveness in the traditional culinary market. The study demonstrates that IPA and CSI are effective tools for identifying consumer priorities and supporting strategic decision-making in micro and small enterprises.</p> Yeni Kusumawaty, Evy Maharani, Maulidya Triyananda, Susy Edwina, Sispa Pebrian Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1303 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Mekanisme Layanan Konsultasi Agribisnis Keliling Untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Petani di Wilayah Kerja Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1304 <p>Layanan Konsultasi Agribisnis Keliling melalui program KATALIS di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang merupakan bentuk pendampingan pertanian yang bertujuan membantu petani dalam menyelesaikan permasalahan usaha tani dan mendukung pengambilan keputusan agribisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pelaksanaan layanan, mengidentifikasi permasalahan agribisnis yang dikonsultasikan, serta mengevaluasi hasil pelaksanaan layanan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada peserta kegiatan. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert lima tingkat untuk mengetahui penilaian peserta terhadap pelaksanaan layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut, dokumentasi, serta publikasi. Permasalahan yang paling banyak dikonsultasikan berkaitan dengan budidaya tanaman serta hama dan penyakit tanaman. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa layanan memperoleh respons positif dari petani dan penyuluh pertanian, terutama dalam membantu pengambilan keputusan usaha tani dan pemberian rekomendasi teknis sesuai kebutuhan lapangan. Secara umum, layanan Konsultasi Agribisnis Keliling dinilai efektif dalam mendukung peningkatan kapasitas agribisnis petani, meskipun masih diperlukan peningkatan pemerataan akses dan pendampingan lanjutan.</p> Sausan Arijanik Sudarsono, Arip Wijianto, Fiadini Putri Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1304 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 SENTRA: Model Pemberdayaan Berbasis Sekolah untuk Mendorong Swasembada dan Ketahanan Pangan Masyarakat di Lamongan, Jawa Timur https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1305 <p>Ketahanan pangan masih menjadi tantangan besar di Indonesia akibat perubahan iklim, alih fungsi lahan pertanian, ketergantungan pangan, serta menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Sebagian besar inisiatif ketahanan pangan selama ini lebih berfokus pada petani dan masyarakat pedesaan, sementara sekolah masih jarang diposisikan sebagai pusat pemberdayaan pangan. Artikel ini mengeksplorasi SENTRA, sebuah model pemberdayaan masyarakat berbasis sekolah yang dikembangkan di Lamongan, Jawa Timur, untuk memperkuat swasembada pangan lokal dan ketahanan pangan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode partisipatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah yang melibatkan sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SENTRA mengintegrasikan pendidikan pangan, praktik pertanian, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola kolaboratif dalam suatu kerangka pemberdayaan yang komprehensif. Program ini mencakup kebun sekolah, hidroponik, akuaponik, sistem bioflok, pelatihan eco-enzyme, produksi pupuk organik, dan literasi ketahanan pangan. Proses pemberdayaan terdiri atas tahapan penyadaran, penguatan kapasitas, implementasi, pendampingan, dan kemandirian masyarakat. Kebaruan (novelty) SENTRA terletak pada penempatannya terhadap sekolah sebagai pusat ketahanan pangan yang mengintegrasikan pendidikan, produksi pangan, pengelolaan lingkungan, dan regenerasi generasi muda melalui jejaring kolaboratif multiaktor yang melibatkan perguruan tinggi, sekolah, institusi kepolisian, dan masyarakat lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SENTRA memiliki potensi besar sebagai model yang dapat direplikasi untuk pengembangan ketahanan pangan berbasis komunitas yang berkelanjutan di Indonesia.</p> Isnawati, Fitri Komala Sari Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1305 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Program YESS dalam Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Pertanian di Kecamatan Sukamakmur https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1306 <p>Program <em>Youth Entrepreneurship and Employment Support Services </em>(YESS) merupakan program kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan IFAD yang bertujuan menciptakan wirausahawan muda perdesaan serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja sektor pertanian. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tujuan yang dirancang, tetapi juga oleh proses implementasinya di tingkat lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program YESS dalam pengembangan kewirausahaan pemuda pertanian di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Informan penelitian terdiri atas mobilizer, fasilitator muda, penyuluh pertanian, dan penerima manfaat program yang dipilih secara <em>purposive </em>dan <em>snowball sampling</em>. Analisis implementasi dilakukan menggunakan model George C. Edwards III yang meliputi empat aspek, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program YESS di Kecamatan Sukamakmur telah berjalan cukup baik dan didukung oleh komunikasi, disposisi, serta struktur birokrasi yang memadai, namun masih memerlukan penguatan sumber daya guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Aspek komunikasi telah berjalan cukup baik melalui sosialisasi, koordinasi antarpelaksana, dan pemanfaatan media digital sebagai sarana penyampaian informasi. Aspek sumber daya didukung oleh ketersediaan pelaksana, fasilitas pelatihan, dan dukungan anggaran, meskipun masih terdapat keterbatasan jumlah pendamping serta dukungan operasional. Aspek disposisi menunjukkan adanya komitmen dan tanggung jawab pelaksana dalam mendampingi peserta selama program berlangsung. Aspek struktur birokrasi didukung oleh pembagian tugas yang jelas, koordinasi yang berjalan secara berjenjang, serta adanya pedoman pelaksanaan program. Implementasi program masih menghadapi tantangan berupa luasnya wilayah pendampingan, jarak lokasi kegiatan, dan penyesuaian target program terhadap kondisi wilayah</p> Renada Qurrotu Aini, Agung Wibowo, Putri Permatasari1, Eksa Rusdiyana Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1306 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Pengukuran Efektifitas Anggaran Iklan Berbayar (Return On Ad Spend / Roas) Pada Kampanye Promosi Media Sosial Instagram Usaha Peternakan Abita Farm Magelang https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1308 <p>Kampanye promosi digital berbayar (<em>Instagram Ads</em>) mulai diadopsi secara luas di sektor peternakan, namun evaluasi performa anggaran iklan tersebut sering kali tidak terukur secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas anggaran iklan berbayar melalui pengukuran nilai <em>Return on Ad Spend </em>(ROAS) pada kampanye promosi digital komoditas ternak qurban dan layanan aqiqah di Abita Farm, Kabupaten Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus finansial mikro. Data primer dan sekunder tahun buku 2025 yang dianalisis berupa catatan omzet yang bersumber langsung dari konsumen pengklik iklan dan laporan rincian pengeluaran biaya iklan berbayar (<em>ad spend</em>). Analisis data dilakukan dengan menghitung rasio perbandingan efisiensi iklan menggunakan formulasi rumus ROAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye promosi berbayar di media sosial Instagram Abita Farm secara keseluruhan menghasilkan nilai ROAS kumulatif sebesar 6,5 kali. Secara spesifik, iklan berbayar pada kategori hewan qurban mencetak nilai ROAS tertinggi sebesar 8,3 kali dari alokasi anggaran iklan senilai Rp3.000.000, sedangkan iklan paket layanan aqiqah menghasilkan nilai ROAS sebesar 2,9 kali dari biaya iklan sebesar Rp1.500.000. Kesimpulan penelitian ini adalah pemanfaatan anggaran iklan berbayar di media sosial terbukti sangat efektif dan efisien dalam menghasilkan konversi omzet berkali-kali lipat bagi usaha peternakan. Pengukuran nilai ROAS secara periodik merupakan instrumen akuntansi manajemen yang esensial untuk memitigasi risiko pemborosan anggaran iklan (<em>ad waste</em>) di era agribisnis digital.</p> Rosa Zulfikhar, Ferdian Achmad, Haris Tri Wibowo , Muzizat Akbarrizki, Aribran Harun, Sunarsih, Novita Sekar Arum Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1308 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Level of Motivation Among Farmer Group Members in The Utilization of Vermicompost in Klepu Village, Kranggan District, Temanggung Regency https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1309 <p>This research was conducted from April 6 to June 4, 2026, in the farmer groups of Klepu Village,Kranggan District, Temanggung Regency. This study aims to determine the effect of various factors on the motivation level of farmer group members in utilizing vermicompost, as well as to determine the Extension Effectiveness (EE) and Behavioral Change Effectiveness (BCE). This study used a sample of 38 farmer group members, utilizing a one-shot study and one-group study design. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires, then analyzed descriptively and statistically. Simultaneously, the variables of education level and member activeness had a significant effect on motivation, whereas age, number of family dependents, and farming experience showed no significant effect. The results showed that the Extension Effectiveness (EE) fell into the effective category at 91%, while the Behavioral Change Effectiveness (BCE) was also effective at 78%.</p> Dinar Ayu Ardiana , Muzizat Akbarrizki, Wasis Sarjono Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1309 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 PENGENDALIAN HAMA PADA BUDIDAYA PAKCOY (Brassica rapa L.) BERBASIS HIDROPONIK DENGAN SISTEM NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) DI VALE FARM HIDROPONIK, KARANGANYAR https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1310 <p>Pakcoy merupakan jenis sayuran daun dari Famili Brassicaceae yang kaya nutrisi, termasuk serat, vitamin C, vitamin K, vitamin A, dan mineral seperti kalsium dam zat besi. Tanaman pakcoy merupakan salah satu tanaman hortikulutura yang banyak terdapat di Indonesia. Peningkatan produksi pakcoy ini harus seimbang dengan ketersediaan lahan&nbsp; karena lahan merupakan salah satu faktor produksi budidaya. Keterbatasan lahan&nbsp; pertanian dapat menghambat peningkatan produksi pakcoy. lahan pertanian semakin sempit akibat perkembangan industri, pemukiman, dan tempat wisata. Adapun salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian adalah dengan budidaya secara hidroponik. Namun budidaya pakcoy secara hidroponik terkendala adanya gangguan organisme pengganggu tanaman yaitu ulat, belalang, dan bekicot. Upaya pengendalian hama dilakukan secara mekanis, antara lain pembersihan talang instalasi, sanitasi lingkungan, dan monitoring nutrisi secara rutin. Upaya pengendalian lain yaitu dengan pemanfaatan agens hayati, dan aplikasi pestisida berbahan aktif Profenofos.</p> Dwiwiyati Nurul Septariani, Endang Setia Muliawati, Radhyani Susilaningjati, Harris Abdul Hafidz Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1310 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700 Halaman Depan https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1311 Panitian Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS Copyright (c) 2026 https://proceeding.uns.ac.id/index.php/semnasfp/article/view/1311 Thu, 15 Oct 2026 00:00:00 +0700