Pengaruh Faktor Edafik Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbasis Tomat, Keong,dan Rebung Sebagai Bioaktivator Terhadap Karakteristik Fisikokimia Kompos Limbah Batang Pisang
Abstract
Pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan sangat penting untuk pelestarian lingkungan. Di Indonesia, limbah batang pisang (Musa paradisiaca) menyumbang sekitar 3,2 juta ton per tahun dari total limbah pertanian, dengan tingkat pemanfaatan kurang dari 20%. Penelitian ini mengkaji pengaruh faktor edafik (pH, suhu, kelembaban) terhadap pengomposan limbah batang pisang menggunakan kombinasi sinergis bioaktivator Mikroorganisme Lokal (MOL) berbasis tomat, keong, dan rebung. Desain Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan digunakan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia kompos yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 10% pupuk ayam dan 10% MOL rebung (Perlakuan C) menghasilkan kondisi pengomposan optimal, dengan pH 6,6, suhu 32,6°C, dan kelembaban 5,0%. Parameter ini mendukung aktivitas mikroba selulolitik yang mempercepat dekomposisi. MOL keong (Perlakuan D) juga efektif dengan pH 6,8 dan kandungan nitrogen tinggi, sedangkan MOL tomat berkontribusi pada peningkatan kalium dan fosfor namun kurang stabil dalam menjaga pH. Nilai pH tertinggi (8,1) diamati pada Perlakuan F (6,8% pupuk ayam + 6,6% MOL rebung + 6,6% MOL keong), disebabkan oleh produk alkali dari degradasi protein dan kalsium karbonat dari cangkang keong. Analisis nutrisi didapatkan bahwa MOL keong dan rebung mengandung nitrogen lebih tinggi (masing-masing 0,92% dan 0,86%) dibandingkan MOL tomat (0,83%), yang mendukung sintesis enzim mikroba.
Kata Kunci: limbah batang pisang; mikroorganisme lokal; bioaktivator; pengomposan; faktor edafik