Analisis Geospasial untuk Mengevaluasi Agroforestri Lanskap Kapuas Kalimantan Tengah
Abstract
Implementasi sistem agroforestri berkontribusi signifikan pada aspek konservasi, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan, dan peningkatan ekonomi lokal, namun sejauh ini masih kurang kajian tentang analisis geospasial untuk menentukan kesesuaian lahan agroforestri di Lanskap Kapuas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ruang agroforestri dariĀ perspektif analisis geospasial di Lanskap Kapuas, Kalimantan Tengah. Metode penelitian ini adalah pemberian bobot dan skor pada peubah geospasial antara lain tingkat bahaya erosi, kelerengan, curah hujan, NDVI, dan elevasi, serta dilanjutkan dengan uji akurasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kawasan agroforestri pada kategori kesesuaian tinggi seluas 1.433.224 hektar (88,57%), kesesuaian cukup seluas 95.260 hektar (5,89%), dan kesesuaian rendah 89.700 hektar (5,54%). Akurasi keseluruhan 67,80% dan kappa akurasi 52,03% menunjukan bahwa model prediksi agroforestri ini memiliki perfoma cukup baik. Penelitian ini telah memberikan informasi spasial kesesuaian agroforestri bagi petani lokal, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat memilih lokasi yang optimal untuk meningkatkan konservasi, produksi, ekonomi, dan ketahanan pangan.