Hubungan Pemeliharaan Sapi Potong di Lahan Suboptimal dengan Pemanfaatan Kotoran Sapi di Desa Tonsewer Kabupaten Minahasa

Authors

  • Julio Very Tandayu Universitas Sam Ratulangi
  • Gam D. Lenzun Universitas Sam Ratulangi
  • Zadrak M. Warouw Universitas Sam Ratulangi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sistem pemeliharaan sapi potong di lahan suboptimal dengan pemanfaatan kotoran sapi di Desa Tonsewer, Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis korelasi Spearman Rank. Variabel independen (X) dalam penelitian ini adalah jenis pemeliharaan sapi potong, yang terdiri dari pemeliharaan ekstensif, semi-intensif, intensif, dan terpadu. Sementara itu, variabel dependen (Y) adalah bentuk pemanfaatan kotoran sapi potong, meliputi pupuk organik padat (kompos), pupuk cair (biourin), bahan biogas, dan bahan pakan fermentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola pemeliharaan sapi potong di Desa Tonsewer cenderung tradisional dan berskala kecil. Korelasi tertinggi ditemukan antara sistem pemeliharaan terpadu dan pemanfaatan kotoran sebagai pupuk organik padat (r = 0,841) serta pupuk cair (r = 0,800), yang keduanya berada pada kategori hubungan sangat kuat. Sementara itu, sistem pemeliharaan ekstensif dan semi-intensif juga menunjukkan hubungan yang kuat terhadap beberapa bentuk pemanfaatan kotoran, terutama sebagai kompos dan biourin. Sebaliknya, sistem pemeliharaan intensif memiliki hubungan lemah atau tidak signifikan terhadap sebagian besar bentuk pemanfaatan kotoran, kecuali pada pemanfaatan sebagai bahan biogas (r = 0,716). Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan sistem pemeliharaan terpadu untuk meningkatkan pemanfaatan limbah ternak secara berkelanjutan di lahan suboptimal.

Downloads

Published

2025-08-12