Pengaruh Pupuk Hayati terhadap Serangan Patogen Penyakit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

Authors

  • Sicilia Niken Dwi Saputri Universitas Sebelas Maret
  • Supriyadi Universitas Sebelas Maret
  • Retno Wijayanti Universitas Sebelas Maret
  • Retna Bandriyati Arniputri Universitas Sebelas Maret
  • Bot Pranadi Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura penting di Indonesia. Penyebab terjadinya penurunan produktivitas bahkan gagal panen disebabkan oleh adanya serangan patogen penyakit. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit yakni melalui induksi ketahanan sistematik yang dipicu dengan penggunaan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati terhadap ketahanan tanaman akan serangan patogen dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus tahun 2024 di lahan sawah di Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan pada budidaya bawang merah terdapat 2 penyakit utama yakni penyakit bercak ungu (Alternaria sp.) dan penyakit moler (Fusarium sp.). Insidensi penyakit bercak ungu cenderung tinggi pada semua perlakuan hingga memiliki persentase 100%, sedangkan penyakit moler memiliki insidensi penyakit yang rendah. Intensitas penyakit bercak ungu cenderung tinggi pada semua perlakuan, dengan perlakuan pupuk JLF yang memiliki tingkat rata-rata intensitas tertinggi dibanding perlakuan pupuk lainnya yakni 28,58%, hasil AUDPC sebesar 1390,55 unit/hari, dan persentase penghambatan -1,01%. Sedangkan intensitas penyakit moler cenderung rendah, dengan perlakuan kontrol memiliki intensitas tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lain dengan rata-rata 1,43%, dengan AUDPC sebesar 80,09 unit/hari.

Downloads

Published

2025-08-12