Analisis Usaha Tani Kakao di Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri
Abstract
Data dari BPS Kabupaten Wonogiri tahun 2023 menunjukkan bahwa produksi kakao di Kecamatan Ngadirojo adalah sebesar 1.047 ton, menyumbang 22% dari produksi kakao Kabupaten Wonogiri. Kendala utama pengembangan kakao di Ngadirojo meliputi produktivitas tanaman yang rendah akibat budidaya yang belum optimal, minimnya pengetahuan petani tentang budidaya kakao, serangan hama dan penyakit, serta persaingan dengan komoditas lain. Pengambilan data dilakukan pada April-Mei 2025 dengan data primer dari 30 petani kakao di Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo. Penelitian ini digunakan untuk menganalisis usahatani kakao dengan menggunakan analisis pendapatan dan rasio benefit cost (BC). Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio BC usahatani kakao lebih dari 1, yang menandakan usaha kakao layak dijalankan. Hal ini terjadi karena perawatan tanaman yang dilakukan relatif minim, namun tetap menghasilkan panen yang optimal. Biaya produksi usahatani kakao tergolong rendah dan harga jual kakao cukup stabil. Usahatani kakao juga memiliki peluang pasar yang masih terbuka luas sehingga mendukung kelayakan usaha.
Kata Kunci: Kakao, Usahatani, Analisis Pendapatan, Rasio Benefit Cost