Kelayakan Usaha IKM Slondok Singkong di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang
Abstract
Industri kecil berbasis singkong di Desa Sumurarum telah menjadi sumber pendapatan utama sejak 1990, namun menghadapi kendala efisiensi produksi dan persaingan pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha IKM Slondok dan Puyur di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Data dari 61 responden dikumpulkan melalui wawancara berdasarkan metode purposive sampling dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan indikator kelayakan usaha seperti margin keuntungan, Profitability Index (PI), dan Revenue/Cost Ratio (R/C Ratio). Nilai PI adalah 0,10 dan R/C Ratio rata-rata sebesar 1,08; mengindikasikan bahwa secara finansial usaha UMKM ini layak dan mampu menghasilkan pendapatan melebihi biaya produksi. Rata-rata margin keuntungan pada usaha adalah 8,13%, menunjukkan profitabilitas positif; namun terdapat variasi yang signifikan, dengan beberapa usaha mencatatkan margin negatif (-12,63%) dan lainnya mencapai margin keuntungan yang sangat tinggi (48,80%). Hal ini menunjukkan beberapa usaha menunjukkan kesehatan finansial yang kuat, sementara yang lain memerlukan penyesuaian strategi untuk memastikan kelangsungan usaha jangka panjang. Struktur biaya usaha mengungkapkan bahwa bahan baku dan biaya tenaga kerja merupakan komponen biaya terbesar yang mempengaruhi profitabilitas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa usaha dengan margin keuntungan negatif atau pendapatan rendah berada dalam risiko dan membutuhkan langkah-langkah pengurangan biaya serta strategi peningkatan pendapatan.
Kata kunci: industri kecil, kelayakan usaha, olahan singkong, indeks profitabilitas, R/C