Perkembangan metode deteksi bakteri Bacillus cereus melalui teknologi spektroskopi infrared
Abstract
Kelompok Bacillus cereus (atau dikenal pula sebagai B. cereus sensu lato) merupakan kelompok bakteri dengan kekerabatan genetik yang dekat. Beberapa strain dari kelompok B. cereus dapat menyebabkan penyakit bawaan pangan sehingga menjadi perhatian dalam bidang keamanan pangan. Perkembangan metode deteksi B. cereus di bidang pangan terus terjadi, salah satunya adalah menggunakan teknologi spektroskopi seperti Fourier-transform Infrared (FTIR). FTIR merupakan metode yang relatif cepat, tidak merusak sampel, dan tidak memerlukan persiapan yang rumit. Studi literatur ini dilakukan untuk menelaah secara sistematik perkembangan metode deteksi berdasarkan teknologi FTIR untuk mengidentifikasi bakteri, khususnya B. cereus. Penelusuran literatur dilakukan berdasarkan pedoman dari Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRSIMA). Sebanyak 17 artikel ilmiah memenuhi kriteria inklusi sehingga diikutsertakan dalam studi literatur. FTIR dapat digunakan untuk membedakan bakteri B. cereus, namun memerlukan analisis kemometrik untuk memperoleh data yang bermakna. Secara umum, FTIR berpotensi digunakan sebagai alternatif untuk analisis taksonomi, tetapi memerlukan pengembangan pangkalan data spektra sehingga dapat menjadi alternatif metode deteksi yang telah ada. Perbandingan hasil analisis FTIR dengan metode lainnya, seperti menggunakan instrumen Matrix-assisted laser desorption/ionization time-of-flight (MALDI-TOF) ataupun analisis genomik, diperlukan untuk mengetahui ketepatan dan keselarasan penentuan dengan metode FTIR. Berdasarkan hasil identifikasi dan skrining pada tahap pencarian literatur, polimer yang disekresikan oleh B. cereus (seperti polyhydroxylalkanoate) mungkin juga dapat digunakan sebagai faktor diskriminator namun hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut.
Kata Kunci: Bacillus cereus, FTIR, identifikasi, metode cepat, patogen