Peranan Briket Biochar untuk Ketahanan Pangan pada Entisol Potorono, Banguntapan, Yogyakarta
Abstract
Tanah Entisol merupakan jenis tanah memiliki bahan induk muda belum berkembang lanjut sehingga belum membentuk horizon secara nyata. Entisol didominasi oleh fraksi pasiran mempunyai porositas yang besar menyebabkan pelindian unsur hara yang tinggi mengakibatkan rendahnya kesuburan tanah. Briket biochar dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan perbaikan kualitas tanah dan meningkatkan ketahanan pangan. Bahan briket biochar merupakan bahan organik mengandung lignin dan proses pembakaran secara pirolisis. Fungsi briket biochar untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam meningkatkan pertukaran kation tanah dan kadar karbon tanah sehingga ketersediaan nutrisi tanah meningkat. Penyediaan nutrisi tanah secara efisien dalam bentuk briket diharapkan dapat mengurangi jumlah nutrisi yang hilang akibat adanya pelindian pada tanah bertekstur pasiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan briket biochar dalam meningkatkan kesuburan tanah Entisol dan ketahanan pangan. Formulasi satu butir briket setara dengan kebutuhan P pada tanaman padi sawah yaitu 4.75 g per tanaman SP 36 (70 kg per hektar dengan jarak tanam 25 x 25 cm). Jumlah biochar adalah 10% dari berat dalam 1 butir briket. Penerapan biochar tempurung kelapa dan pupuk kotoran domba yang dikemas menjadi briket dengan formulasi tertentu merupakan salah satu teknik penyediaan unsur hara secara berkala menjadikan tersedia (slow release). Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama Aplikasi 1 briket setara dengan komposisi 0,07 ton/ha P kotoran domba + 0,007 ton/ha biochar (A1); Aplikasi 2 briket setara dengan 0,14 ton/ha P kotoran domba + 0,014 ton/ha biochar (A2); Aplikasi 3 briket setara dengan 0,28 ton/ha P Kotoran domba + 0,028 ton/ha biochar (A3) dan Faktor kedua waktu aplikasi briket biochar pada minggu pertama sebelum tanam (K1); pada vegetative maksimum (K2); pada minggu pertama sebelum tanam dan vegetative maksimum (K3). Setiap perlakuan dilakukan ulangan sebanyak tiga kali.dengan beberapa perlakuan dosis briket biochar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan briket biochar dapat meningkatkan kandungan nutrisi, jumlah anakan padi dan hasil panen tanaman. Kombinasi terbaik terdapat pada perlakuan pemberian 3 briket pada aplikasi seminggu setelah tanam dan pada vegetatif maksimum dengan produksi gabah kering panen 9.98 ton per hektar.Dengan demikian, penggunaan briket biochar dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan ketahanan pangan pada tanah Entisol.
Kata Kunci: Briket biochar; Tanah Entisol; Ketahanan pangan; Nutrisi tanah; Pirolisis.