Analisis Korelasi Penggunaan Dosis Dolomit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah varietas Putih
Abstract
Pertumbuhan kacang tanah sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi dan kondisi lingkungan pertumbuhannya. Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi dan kualitas hasil dapat dilakukan melalui aplikasi dolomit. Dolomit mengandung kalsium dan magnesium yang penting bagi tanaman yang mendukung proses fotosintesis dan pembentukan polong. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui korelasi pengaruh pemberian dosis dolomit terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), 3 ulangan dengan faktor dosis dolomit (0 ton/ha, 0,25 ton/ha, 0,5 ton/ha, 1 ton/ha, dan 1,5 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan dolomit dengan dosis 0,5 ton/ha merupakan perlakuan terbaik dengan performa hasil tertinggi dengan tinggi tanaman 50,80 cm, jumlah daun 63,90 buah, bobot polong basah 111,13g, bobot polong kering 21,85 g, diameter polong 12,63 mm, panjang polong 37,52 mm, bobot brangkasan 20,33g. Uji korelasi pada parameter yang diamati menunjukkan jika tinggi tanaman berkorelasi positif dengan jumlah daun dengan nilai r sebesar 0,655. Bobot polong total berkorelasi positif dengan jumlah daun dan tinggi tanaman dengan nilai r berturut turut sebesar 0,746 dan 0,8. Hal ini menunjukkan jika parameter bobot polong sangat ditentukan oleh jumlah daun dan tinggi tanaman. Semakin banyak jumlah daun akan meningkatkan luas permukaan fotosintesis yang mendukung pembentukan polong. Sementara itu, tinggi tanaman mencerminkan vigor tanaman dan kemampuan menyerap air serta hara dengan lebih baik yang berpengaruh terhadap hasil tanaman.
Kata Kunci: kacang tanah, hasil, pertumbuhan, korelasi, dolomit